Maut di 13 Negara Intai Wartawan

Kompas.com - 01/06/2011, 16:28 WIB
EditorJosephus Primus

KOMPAS.com - Nasib wartawan relatif masih buruk. Paling tidak, ancaman kematian masih selalu menghantui lantaran tulisan atau reportase yang dibuat wartawan bersangkutan.

Catatan AP dan AFP pada Rabu (1/6/2011) mengutip laporan terbaru Committee to Protect Journalists (CPJ). Komite itu menyebutkan 251 wartawan dibunuh di 13 negara. Ironisnya, pelaku terbebas dari hukuman. Sejatinya, laporan itu mau menunjukkan kebebasan pers di sejumlah negara masih terancam.

Sementara itu, kebanyakan kasus dilakukan oleh pribadi atau pihak yang merasa terancam atas pemberitaan yang ditulis wartawan. "Target pembunuhan wartawan ini sebagai pesan bagi wartawan lainnya untuk diam, menjamin kalau isu yang sensitif tidak akan diangkat," kata Eksekutif Direktur CPJ Joel Simon.

"Banyak wartawan yang mendapatkan ancaman terlebih dahulu sebelum akhirnya dibunuh dan tidak mendapatkan perlindungan. Pemerintah semestinya bisa menyampaikan kampanye antikekerasan terhadap pers atau kasus pembunuhan terus berlangsung dan sensor pribadi terus menyebar." imbuhnya.

Lembaga yang berbasis di New York ini mengeluarkan laporan sehari setelah jasad wartawan investigasi Pakistan Saleem Shahzad ditemukan. Shahzad adalah seorang wartawan yang tengah menulis soal penyusupan al-Qaeda di angkatan laut Pakistan.

CPJ, lebih lanjut melaporkan, mayoritas kasus pembunuhan ini tidak terungkap akibat korupsi dan disfungsi penegakan hukum. Makanya, masuk akal kalau para pelaku tidak dihukum.

Tiga negara

Dalam laporannya, CPJ memasukan Irak, Filipina, dan Sri Lanka sebagai negara yang paling tidak bersahabat bagi wartawan.

Sementara, kondisi kebebasan pers di Meksiko dianggap terus memburuk. Kasus terbaru di negara itu pun terhitung brutal. Seorang pewarta foto Luis Carlos Santiago ditembak mati pada siang hari di pelataran parkir sebuah pusat perbelanjaan.

Di Rusia, tercatat ada perbaikan kondisi kebebasan pers. Soalnya, pada 2010 tidak ada wartawan yang dibunuh dan otoritas setempat juga berhasil memenangkan dua kasus pembunuhan wartawan lainnya.

Berikut ini, 13 negara yang masuk dalam kategori tidak bersahabat bagi wartawan itu adalah :

1. Irak, 92 kasus 2. Somalia, 10
3. Filipina, 56 (termasuk 32 wartawan dan pekerja media yang dibunuh dalam peristiwa pembantaian 2009)
4. Sri Lanka, 9 5. Kolombia, 11

 

6. Afghanistan, (7), termasuk wartawan BBC Abdul Samad Rohani, yang melaporkan berita jaringan pengedar narkoba dengan pejabat pemerintahan.

7. Nepal, 6 8. Meksiko, 13 9. Rusia, 16 10.Pakistan, 14 11.Bangladesh, 5 12.Brasil, 5 13.India, 7
Selanjutnya, dalam hitungan CPJ, pada 2011 sudah 18 wartawan yang dibunuh. Sejak 1992 ada 863 wartawan yang terbunuh dan 145 wartawan lainnya dipenjara akibat pemberitaan yang mereka buat.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X