Upaya Bom Rakitan Gagal

Kompas.com - 17/05/2011, 04:39 WIB
EditorJosephus Primus

BRUSSELS, KOMPAS.com — Kapal-kapal perang NATO pada Senin (16/5/2011) menggagalkan upaya pasukan Moammar Khadafy yang menggunakan kapal-kapal kecil pembawa bom rakitan untuk mengancam kapal bantuan yang menuju pelabuhan Misrata. Demikian diumumkan aliansi tersebut.       

Menurut NATO, ini adalah kali ketiga bagi mereka berhadapan dengan pasukan Khadafy di kawasan lepas pantai, setelah menangkap pasukan tersebut saat meletakkan ranjau laut di pelabuhan Misrata pada 29 April dan memukul balik serangan kapal di pelabuhan itu pekan lalu.       

Senin pagi, NATO mengerahkan kapal-kapal perang dan helikopter setelah mendeteksi dua kapal kecil yang tampaknya datang dari sekitar Zliten dan pergi ke arah Misrata di pantai barat. Ketika pasukan aliansi mendekat, salah satu kapal kecil itu melarikan diri dengan kecepatan tinggi ke arah barat kembali ke Zliten, meninggalkan kapal lainnya.       

Tim penjinak bom menemukan sekitar satu ton peledak dan dua boneka manusia di dalam kapal yang ditinggalkan itu. Bom itu dihancurkan oleh kapal perang sekutu dengan menggunakan tembakan senjata ringan. "Ketiga insiden laut yang melibatkan pasukan Khadafy itu mengisyaratkan perubahan dalam operasi mereka yang menunjukkan niat untuk terus mencederai warga sipil atau menyerang kapal NATO," kata aliansi itu.       

Misrata adalah kota paling penting yang dikuasai kelompok oposisi di Libya barat. Pasukan oposisi membebaskan kota terbesar ketiga itu dalam pertempuran sengit pekan lalu dari pengepungan dua bulan pasukan Khadafy.       

Sebanyak 21 kapal NATO berpatroli aktif di Laut Tengah sebagai bagian dari penegakan embargo senjata terhadap Libya. Aliansi 28 negara itu sejak 31 Maret juga memimpin serangan-serangan udara terhadap pasukan darat rezim Khadafy.       

Libya kini digempur pasukan internasional sesuai dengan mandat PBB yang disahkan pada 17 Maret. Resolusi 1973 DK PBB disahkan ketika kekerasan dikabarkan terus berlangsung di Libya dengan laporan-laporan mengenai serangan udara oleh pasukan Khadafy, yang membuat Barat marah.       

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selama beberapa waktu, hampir seluruh wilayah negara Afrika utara itu terlepas dari kendali Khadafy setelah pemberontakan rakyat meletus di kota pelabuhan Benghazi pada pertengahan Februari. Namun, kini pasukan Khadafy dikabarkan telah berhasil menguasai lagi daerah-daerah tersebut.       

Ratusan orang tewas dalam penumpasan brutal oleh pasukan pemerintah. Sementara itu, ribuan warga asing bergegas meninggalkan Libya pada pekan pertama pemberontakan itu.       

Khadafy (68) adalah pemimpin terlama di dunia Arab dan telah berkuasa selama empat dasawarsa. Khadafy bersikeras akan tetap berkuasa meski ia ditentang banyak pihak. Aktivis pro-demokrasi di sejumlah negara Arab, termasuk Libya, terinspirasi oleh pemberontakan di Tunisia dan Mesir. Mereka berhasil menumbangkan pemerintah yang telah berkuasa selama puluhan tahun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.