Warga Kairo Unjuk Rasa soal Palestina

Kompas.com - 17/05/2011, 03:00 WIB
EditorJosephus Primus

KAIRO, KOMPAS.com — Lebih dari 350 orang terluka dalam demonstrasi di luar Kedutaan Besar Israel di Kairo untuk menandai pengusiran warga Palestina pada saat pembentukan negara Yahudi itu tahun 1948. Kantor berita resmi Mesir melaporkan hal itu, Senin (16/5/2011).    

Revolusi Mesir telah memberanikan banyak demonstran untuk menyuarakan keluhan mereka. Ratusan demonstran telah berkumpul di depan kedubes itu pada larut malam pada hari Minggu saat ulang tahun yang oleh banyak orang Arab disebut sebagai Nakba atau bencana.    

Menurut beberapa saksi, Minggu, polisi menembakkan gas air mata untuk memaksa mundur demonstran yang menerobos melalui barikade di depan kedutaan itu. Kantor berita MENA melaporkan, militer menahan 186 orang setelah konfrontasi itu.     Penguasa militer sementara Mesir telah mendapat tekanan dari rakyat untuk mengambil sikap yang lebih pro-Palestina sejak demonstrasi massa menggulingkan Presiden Hosni Mubarak pada Februari lalu. Mereka juga lebih enggan untuk mengandalkan taktik menindas bekas pemimpin itu untuk menundukkan demonstrasi. Banyak orang Mesir menganggap Mubarak, seorang sekutu AS, terlalu lunak terhadap Israel.    

"Selalu ada perasaan menentang kebijakan Israel. Namun, apa yang terjadi kemarin adalah pengaruh langsung dari revolusi Mesir," ujar Emad Gad, seorang peneliti senior di Pusat untuk Studi Politik dan Strategis Al Ahram.    

Ribuan warga Mesir mengalir di jalanan Kairo, Iskandariyah, dan El Arish pada Jumat. Mereka melambaikan bendera Palestina dan bernyanyi meminta pemerintah mereka berbuat lebih banyak untuk membantu Palestina.    

Beberapa pejabat medis mengatakan, 353 orang terluka di luar kedutaan itu, Minggu. Dari jumlah itu, 45 orang di antara mereka telah dikirim ke rumah sakit di Kairo. "Luka itu bervariasi, dari kekurangan napas yang ditimbulkan oleh gas air mata, memar, hingga luka ringan yang diakibatkan oleh dorongan," ungkap seorang pejabat kesehatan, Abdel Hamid Abaza, seperti dikutip MENA.    

Pemerintah Mesir, yang bertahan menghadapi ketegangan lagi, telah meningkatkan keamanan di sekitar kantor perusahaan penerbangan Israel, El Al, di bandara utama Kairo, menyusul demonstrasi di kedubes itu. "Boleh dicatat bahwa perusahan Israel, El Al, mengadakan penerbangan harian antara Kairo dan Tel Aviv, dan telah menyaksikan penurunan dalam jumlah penumpang sejak revolusi Mesir pada 25 Januari," demikian tulis MENA.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.