Tiga Janda Osama Jadi Incaran

Kompas.com - 14/05/2011, 10:35 WIB
EditorJosephus Primus

KOMPAS.com — Osama bin Laden boleh mati. Tapi, informasi mengenai sepak terjang pemimpin Al Qaeda itu menjadi hal yang menarik untuk digali. "Abang Sam" (Amerika Serikat) pun menaruh hati untuk upaya ini.

Alhasil, sebagaimana pernyataan Juru Bicara Gedung Putih Jay Carney, AS bisa menjumpai tiga janda mendiang Osama di Pakistan. "Kami ingin mendapatkan informasi mengenai kehidupan Osama sejak dia menghilang pada akhir 2001," kata Carney.

Saat ini, para istri Osama itu ditahan oleh pihak berwenang Pakistan setelah selamat dalam serbuan pasukan komando AS ke rumah Osama bin Laden di kota Abbottabad pada 2 Mei lalu. Namun, seorang pejabat mengatakan, wawancara dengan ketiga istri Osama itu tidak akan berlangsung segera.

Sementara itu, Pakistan mengatakan akan memulangkan para janda itu bersama anak-anak mereka. Satu di antara istri Osama bin Laden itu berasal dari Yaman, sedangkan dua lagi berasal dari Arab Saudi, sebagaimana warta AP dan AFP, Sabtu (14/5/2011). Para analis mengatakan, mereka bisa menjadi sumber informasi yang detail mengenai kehidupan Osama selama dalam pengejaran.

Salah seorang istri pemimpin Al Qaeda itu mengatakan kepada para penyelidik Pakistan bahwa dia sudah bermukim di Pakistan selama lebih dari tujuh tahun. Yang satu lagi mengatakan, dia pindah ke Abbottabad pada 2006, setahun setelah rumah mereka dibangun dan tidak pernah keluar dari lantai atas rumah itu.

Sebelum penyerbuan ke rumah itu, keberadaan Osama bin Laden tidak diketahui setelah dia melarikan diri dari kawasan pegunungan Tora Bora di Afganistan selatan, yang diserang pasukan AS dan Afganistan pada tahun 2011.

Hubungan antara Pakistan dan AS memburuk karena pemimpin Al Qaeda itu berhasil tinggal tanpa bisa dideteksi selama lima tahun di sebuah rumah yang hanya berjarak sekitar 5 kilometer dari Akademi Militer Pakistan.

Sebaliknya, Pemerintah Pakistan marah karena tidak mendapat pemberitahuan tentang serbuan ke rumah tempat Osama bersembunyi. Islamabad berpendapat, kedaulatan negara mereka sudah dilanggar.

Sementara para pejabat AS mempertanyakan, apakah memang dinas intelijen Pakistan, ISI, tidak mengetahui keberadaan Osama bin Laden.
 

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X