Jet Tempur NATO Gempur Tripoli

Kompas.com - 10/05/2011, 09:22 WIB
EditorEgidius Patnistik

TRIPOLI, KOMPAS.com — Jet-jet tempur NATO meraung-raung di atas kota Tripoli, Libya, ketika melancarkan serangkaian serangan, Selasa (10/5/2011) pagi. Jet-jet yang terbang rendah itu melakukan sedikitnya delapan serangan selama sekitar tiga jam. Serangan kali ini merupakan yang terbesar di Tripoli. Sebelumnya, hanya ada dua atau tiga serangan dalam satu operasi.

Kantor berita AFP melaporkan, empat ledakan mengguncang ibu kota Libya itu sekitar pukul 02.00 (pukul 07.00 WIB), Selasa. Ledakan tersebut mengguncangkan jendela-jendela hotel yang menjadi tempat tinggal para wartawan asing. Empat ledakan itu segera diikuti dua ledakan lain. Suara sirene dan teriakan terdengar di kejauhan setelah serangan udara tersebut. Suara tembakan sporadis dari senapan serbu dan senjata berat juga terdengar, sementara jet-jet tempur NATO terus terbang rendah di atas kota itu.

Senin malam, sejumlah saksi mata melaporkan ada dua ledakan yang terjadi di ibu kota itu ketika jet-jet tempur terbang di atasnya. Serangan Senin malam itu menyebabkan asap mengepul dari sebuah lokasi di dekat kantor televisi Libya dan kantor berita negara JANA. Setidaknya satu serangan menghantam sebuah bangunan yang sebelumnya telah dibom pada 30 April, kata seorang pemandu yang disponsori pemerintah ke lokasi itu. Pemandu itu menambahkan, gedung tersebut merupakan kantor berbagai organisasi masyarakat sipil.

Sebagian atap bangunan itu runtuh, demikian juga salah satu dindingnya. Seorang penjaga di lokasi itu mengatakan, gedung tersebut diserang sekitar pukul 23.00 (pukul 04.00 WIB). Sebuah menara komunikasi teronggok di tempat parkir dekat gedung itu. Tidak ada laporan tentang korban jiwa dalam serangan tersebut.

Rangkaian pengeboman itu terjadi setelah pemimpin NATO, Anders Fogh Rasmussen, mengatakan bahwa era pemimpin Libya, Moammar Khadafy, sudah tamat. Rasmussen mengatakan, Khadafy "harus menyadari lebih awal ketimbang (menyesal) kemudian bahwa tidak ada masa depan bagi dia ataupun rezimnya".

Sebuah koalisi internasional mulai melancarkan serangan terhadap pasukan pro-Khadafy pada 19 Maret lalu berdasarkan resolusi PBB untuk melindungi warga sipil. NATO kemudian mengambil alih komando operasi Libya pada 31 Maret.

Rezim Libya pada 1 Mei mengatakan bahwa Seif al-Arab Khadafy, salah satu putra Khadafy, dan tiga cucu Khadafy tewas dalam serangan udara NATO terhadap sebuah kompleks di Tripoli.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X