Istri Tak Pernah Keluar, CIA Mengintai dari Rumah Tetangga

Kompas.com - 07/05/2011, 04:04 WIB
Editor

ISLAMABAD, JUMAT - Satu dari tiga istri Osama bin Laden mengaku telah tinggal di rumah Osama di Abbottabad, Pakistan, selama enam tahun. Selama itu, ia tidak pernah sekali pun keluar dari tempat tinggalnya di lantai tiga rumah tersebut sampai pasukan komando Amerika Serikat menyerang, Senin (2/5).

Pengakuan istri Osama yang bernama Amal Ahmed Abdullfattah itu disampaikan pejabat dinas intelijen Pakistan, Jumat. Amal bersama dua istri Osama lainnya masih terus diinterogasi pihak berwajib Pakistan untuk mengetahui detail kehidupan Osama selama berada di rumah persembunyian itu, termasuk bagaimana ia bisa sembunyi di rumah itu sejak tahun 2006.

Keterangan dari keluarga Osama ini juga diharapkan memberi detail baru serangan pasukan Navy SEALs AS yang menewaskan Osama.

Petugas keamanan dan pihak berwajib Pakistan yang tiba di rumah persembunyian itu sekitar satu jam setelah serangan AS usai menemukan tiga istri Osama dan sekitar sembilan anak kecil masih berada di tempat itu. Mereka juga menemukan tiga jasad pria—satu anak laki-laki Osama dan dua kurirnya—yang juga tewas tertembak tentara AS.

Salah satu detail yang sudah terungkap adalah kesaksian para istri dan anak-anak itu bahwa Osama dan para pembantunya tidak memberikan perlawanan berarti saat tentara AS memasuki rumah tersebut.

Otoritas Pakistan menemukan satu senapan serbu AK-47 dan satu pistol di rumah itu. Bukti-bukti menunjukkan, hanya satu peluru ditembakkan dari senapan tersebut.

Pakai lensa tele

Osama dan para istrinya tak menyadari bahwa delapan bulan terakhir para agen Badan Pusat Intelijen AS (CIA) terus mengawasi gerak-gerik mereka dari sebuah rumah tak jauh dari tempat itu.

Harian The New York Times dan The Washington Post, mengutip keterangan para pejabat AS, Jumat, melaporkan, pos pengintaian CIA ini diaktifkan sejak Agustus 2010 saat pihak dinas intelijen AS tersebut menemukan rumah itu setelah mengikuti jejak Abu Ahmed al-Kuwaiti, kurir kepercayaan Osama.

Para agen CIA terus-menerus memantau rumah Osama dari balik cermin menggunakan kamera berlensa tele dan kamera inframerah untuk mempelajari semua sudut rumah.

Perangkat penyadap yang sangat sensitif digunakan untuk mencuri dengar semua pembicaraan di dalam rumah itu dan mencegat semua pembicaraan melalui telepon seluler. Satelit mata-mata juga memindai radar untuk melacak kemungkinan jalur-jalur meloloskan diri yang tersembunyi.

Begitu kompleksnya operasi pengintaian itu sampai-sampai CIA pada Desember 2010 meminta tambahan biaya kepada Kongres AS hingga puluhan juta dollar AS. ”Tugas CIA adalah mencari dan menetapkan (sasaran). Saat tugas intelijen sudah tuntas, giliran militer yang bertugas menghabisi sasaran,” tutur pejabat yang tak disebut namanya itu.

Sementara itu, pihak Al Qaeda akhirnya mengonfirmasi kematian Osama, Jumat. Lembaga pemantau kegiatan kelompok-kelompok militan SITE Intelligence melaporkan, pernyataan resmi Al Qaeda itu dimuat di berbagai forum kelompok militan di internet. (AP/Reuters/AFP/DHF)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.