Umar Patek Diproses Hukum di Pakistan

Kompas.com - 05/05/2011, 18:06 WIB
Penulis Sandro Gatra
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Bagian Penerangan Umum Kepolisian Negara RI Kombes Boy Rafli Amar mengatakan, proses hukum gembong teroris Umar Patek alias Abu Sheikh alias Umar Arab akan dilakukan di Pakistan. Hingga saat ini, kata Boy, pihaknya belum menerima informasi lokasi negara lain untuk memproses Patek, termasuk di Indonesia.

"Prosesnya pasti di Pakistan. Proses selanjutnya kami belum dapat jawabannya," kata Boy di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (5/5/2011).

Boy menambahkan, pihaknya belum mengetahui pelanggaran pidana apa yang dijeratkan kepada Patek oleh Pemerintah Pakistan. Pihaknya juga belum mengetahui kegiatan apa saja yang dilakukan Patek selama di Pakistan, termasuk apakah pernah bertemu dengan pemimpin Al Qaeda, Osama bin Laden.

Seperti diketahui, sejumlah negara berkepentingan dengan Patek, seperti Amerika Serikat, Indonesia, dan Filipina. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri masih berusaha membawa Patek untuk diadili di Indonesia terkait kasus bom Bali I tahun 2002.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Epidemiolog Nilai Tes PCR Tak Urgen Disyaratkan untuk Naik Pesawat

    Epidemiolog Nilai Tes PCR Tak Urgen Disyaratkan untuk Naik Pesawat

    Nasional
    Wapres Ingatkan Ancaman Osteoporosis Saat Pandemi Covid-19

    Wapres Ingatkan Ancaman Osteoporosis Saat Pandemi Covid-19

    Nasional
    Hasto Sebut Megawati Lakukan Kontemplasi Tentukan Capres dari PDI-P

    Hasto Sebut Megawati Lakukan Kontemplasi Tentukan Capres dari PDI-P

    Nasional
    Khawatir Pemalsuan, Epidemiolog Minta Tes PCR Penumpang Pesawat Diawasi Ketat

    Khawatir Pemalsuan, Epidemiolog Minta Tes PCR Penumpang Pesawat Diawasi Ketat

    Nasional
    Mengapa Hanya Penumpang Pesawat yang Wajib PCR? Ini Penjelasan Satgas

    Mengapa Hanya Penumpang Pesawat yang Wajib PCR? Ini Penjelasan Satgas

    Nasional
    Jalankan Arahan Megawati, PDI-P Gelar Sunatan Massal

    Jalankan Arahan Megawati, PDI-P Gelar Sunatan Massal

    Nasional
    Disindir Demokrat, Sekjen PDI-P Tawarkan Beasiswa untuk Bandingkan Kinerja Jokowi dan SBY

    Disindir Demokrat, Sekjen PDI-P Tawarkan Beasiswa untuk Bandingkan Kinerja Jokowi dan SBY

    Nasional
    Polemik Tes PCR untuk Naik Pesawat, Satgas Covid-19: Supaya Aman

    Polemik Tes PCR untuk Naik Pesawat, Satgas Covid-19: Supaya Aman

    Nasional
    PCR Syarat Penerbangan Jadi Polemik, Kemenkes Singgung Sirkulasi Udara di Pesawat

    PCR Syarat Penerbangan Jadi Polemik, Kemenkes Singgung Sirkulasi Udara di Pesawat

    Nasional
    Wakil Ketua Komisi IV DPR: BUMN Holding Pariwisata Diharapkan Pulihkan Pariwisata

    Wakil Ketua Komisi IV DPR: BUMN Holding Pariwisata Diharapkan Pulihkan Pariwisata

    Nasional
    Elektabilitas Ganjar Imbangi Prabowo, PDI-P: Tolok Ukur Pemimpin Tak Cuma Ditentukan Survei

    Elektabilitas Ganjar Imbangi Prabowo, PDI-P: Tolok Ukur Pemimpin Tak Cuma Ditentukan Survei

    Nasional
    Kontroversi PCR Syarat Naik Pesawat, IDI Ingatkan Kengerian Juli-Agustus 2021: Kematian 2.000 Sehari

    Kontroversi PCR Syarat Naik Pesawat, IDI Ingatkan Kengerian Juli-Agustus 2021: Kematian 2.000 Sehari

    Nasional
    PCR Syarat Naik Pesawat Tuai Kontroversi, IDI: Pelonggaran Mengkhawatirkan, Skrining Harus Diperketat

    PCR Syarat Naik Pesawat Tuai Kontroversi, IDI: Pelonggaran Mengkhawatirkan, Skrining Harus Diperketat

    Nasional
    [POPULER NASIONAL] Aturan Terbaru Penerbangan Domestik | Mantan Menteri Lingkungan Hdup Nabiel Makarim Tutup Usia

    [POPULER NASIONAL] Aturan Terbaru Penerbangan Domestik | Mantan Menteri Lingkungan Hdup Nabiel Makarim Tutup Usia

    Nasional
    Disinggung PDI-P, Demokrat: SBY Tidak Perlu Koar-koar soal Prestasi

    Disinggung PDI-P, Demokrat: SBY Tidak Perlu Koar-koar soal Prestasi

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.