Para Tetangga Mengenang Osama

Kompas.com - 05/05/2011, 08:03 WIB
EditorEgidius Patnistik

ABBOTTABAD, KOMPAS.com — Sudah sejak lama para tetangga sekitar rumah mewah kediaman sekaligus lokasi persembunyian pentolan Al Qaeda, Osama bin Laden, merasakan sejumlah kejanggalan.

Tidak hanya bentuk dan arsitektur bangunan yang serba tertutup itu, tetapi juga cara hidup para penghuni yang tertutup dan juga tidak lazim.

Beberapa tetangga dan warga sekitar mengaku hanya mengenal satu-dua orang dari sejumlah orang dewasa yang tinggal di dalam rumah Osama tersebut.

Salah satunya pria berpenampilan rapi dan berkumis, berusia sekitar 40 tahun, Arshad Khan. Selain Arshad, juga ada seorang pria lain berusia 30-an tahun bernama Tareq Khan, saudara sepupu Arshad.

Selain kedua pria itu, para tetangga mengaku tahu masih ada tiga perempuan berpakaian burqa dan sembilan anak berusia dua hingga 12 tahun. Banyak tetangga tidak pernah melihat pria bernama Osama bin Laden.

Arshad mengaku bekerja sebagai pedagang emas dan mata uang asing. Namun, di kesempatan lain dia mengaku pemilik salah satu hotel di Dubai, yang diurus pamannya. Arshad mengaku hanya tinggal menerima kiriman uang secara rutin dari hasil keuntungan bisnis hotel itu.

Dari sejumlah gosip dan rumor yang muncul di kalangan tetangga, para penghuni rumah itu juga sempat dicurigai sebagai lokasi persembunyian penyelundup asal Peshawar atau anggota gembong narkotika.

"Rumor semacam itu sempat beredar. Kalau bukan penyelundup, mereka pasti kaya dari bisnis serbuk putih (heroin). Makanya mereka mampu membangun rumah besar dan mewah. Akan tetapi, semua juga tahu, ketika rumor seperti itu muncul, warga memilih membiarkan dan menjauh saja," ujar Hussain Jaffri, salah seorang warga sekitar.

Anak-anak yang tinggal dan biasa bermain di sekitar rumah persembunyian Osama itu pun mengaku merasakan kejanggalan. Nabeel (12), yang biasa bermain kriket di lapangan sekitar rumah mewah misterius itu bersama teman-temannya, punya kenangan.

Nabeel bercerita, setiap kali ada salah seorang dari mereka melempar bola hingga masuk ke halaman rumah itu, salah seorang penghuni rumah keluar dan memberi mereka uang 100-150 rupee untuk membeli bola baru.

Halaman:
Baca tentang


    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

    Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

    Internasional
    Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

    Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

    Internasional
    Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

    Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

    Internasional
    Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

    Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

    Internasional
    Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

    Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

    Internasional
    Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

    Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

    Internasional
    Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

    Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

    Internasional
    Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

    Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

    Internasional
    [KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

    [KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

    Internasional
    Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

    Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

    Internasional
    Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

    Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

    Internasional
    Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

    Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

    Internasional
    Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

    Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

    Internasional
    Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

    Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

    Internasional
    Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

    Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

    Internasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X