CIA: Pengganti Osama Musuh Nomor 1 AS

Kompas.com - 04/05/2011, 10:13 WIB
EditorEgidius Patnistik

WASHINGTON, KOMPAS.com — Meskipun belum bisa dipastikan siapa yang akan menggantikan Osama bin Laden sebagai pemimpin baru Al Qaeda, Direktur Badan Pusat Intelijen AS (CIA) Leon Panetta, Selasa (3/5/2011), mengatakan, siapa pun yang menggantikan Osama, orang itu akan menjadi musuh publik baru nomor satu Amerika.

Wakil Osama bin Laden, Ayman al Zawahiri, diperkirakan sejumlah kalangan akan mengambil alih posisi Osama, tetapi tidak jelas seberapa cepat itu akan terjadi dan Zawahiri mungkin akan lebih dulu fokus pada keamanan kelompok sendiri setelah operasi khusus pasukan AS menewaskan pemimpin jaringan teroris global itu dalam sebuah serangan yang berani. "Dia (Zawahiri) bergerak sangat cepat dalam daftar," kata Panetta dalam program "Evening News dengan Katie Couric" di televisi CBS.

Panetta mengatakan, sebelum pemimpin baru Al Qaeda secara resmi ditunjuk, Amerika berharap bisa mengambil keuntungan dari situasi tersebut. "Kami berpikir bahwa hal itu (kekosongan kepemimpinan) akan memberi kami kesempatan untuk dapat terus menyerang mereka yang dalam kondisi kebingungan dan perdebatan terkait siapa yang akhirnya menggantikan Osama," kata Panetta. "Tapi saya dapat meyakinkan Anda, siapa pun yang menggantikan Osama, ia akan menjadi (buruan) nomor satu dalam daftar kami."

Persembunyian Osama di sebuah kompleks luas di kota garnisun Abbottabad, di utara Islamabad, telah menimbulkan spekulasi luas bahwa keberadaan bekas pemimpin Al Qaeda itu telah diketahui oleh Pemerintah Pakistan. Namun, Panetta mengatakan, Pemerintah AS tidak punya petunjuk intelijen bahwa "Pakistan ... menyadari Bin Laden ada di sana atau bahwa kompleks itu adalah tempat di mana ia bersembunyi."

Kenyataan bahwa kompleks itu terletak dekat dengan akademi militer elite dan bahwa Osama bin Laden telah tinggal di sana sekitar lima tahun, kata Panetta, tetap merupakan sesuatu yang harus dijelaskan oleh Islamabad. "Saya hanya berpikir bahwa mereka perlu menanggapi pertanyaan-pertanyaan tentang mengapa mereka tidak tahu ada kompleks semacam itu," katanya.

Ketika ditanya, apakah Pakistan seharusnya dinyatakan sebagai negara teroris, Panetta menjawab bahwa hubungan AS-Pakistan memang merupakan sesuatu yang "sangat rumit dan sulit". Namun, ia memperingatkan, ikatan hubungan itu tidak boleh putus. "Dengar, kami nyaris melakukan perang di negara mereka untuk mengejar Al Qaeda," katanya. "Dan, pada saat yang sama, kami sedang berusaha untuk membantu mereka dalam upaya agar (mereka) bisa menghadapi terorisme di belahan dunia itu. Dan mereka telah memberi kami sejumlah bantuan, dan mereka, dalam sejumlah hal, telah bekerja sama dengan kami."

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X