Lari dari Kabul ke Pakistan

Kompas.com - 03/05/2011, 07:36 WIB
EditorEgidius Patnistik

KOMPAS.com — Kabar tewasnya Osama bin Laden di sebuah kompleks perumahan di pinggiran kota Abbottabad, Pakistan barat laut, tidak mengejutkan. Ini terkait dengan jatuhnya kekuasaan Taliban di Afganistan setelah serangan AS ke negeri itu pascatragedi 11 September 2001.

Para pemimpin Al Qaeda saat itu lari tunggang langgang berpencar ke dua arah.

Rombongan pertama pimpinan Osama dan Ayman Thawahiri lari ke wilayah suku-suku (kabilah) di perbatasan Afganistan-Pakistan. Rombongan kedua yang dipimpin kolonel Muhammad Makawi (mantan perwira menengah angkatan bersenjata Mesir) lari ke wilayah Kurdistan Irak melalui Iran. Beberapa tokoh Al Qaeda masih berdomisili di Iran sampai saat ini.

Berita tewasnya Osama di pinggiran kota Abbottabad itu membenarkan tesis selama ini tentang peta keberadaan tokoh-tokoh Al Qaeda pasca-11 September 2001. Tidak heran jika Osama yang bersembunyi sekian tahun di perbatasan Pakistan-Afganistan kemudian bisa menyusup ke Pakistan.

AS tentu sudah tahu sejak awal tentang perkiraan keberadaan Osama setelah kabur dari Kabul. Oleh karena itu, operasi pemburuan AS terhadap Osama sejak 2001 difokuskan di Afganistan selatan dan timur, di perbatasan dengan Pakistan.

AS selama 10 tahun terakhir ini mengerahkan semua kemampuan, mulai dari mesin militer yang supercanggih, operasi pasukan khusus, sistem informasi, hingga jaringan intelijennya. Bahkan, dalam tiga tahun terakhir ini, AS mengerahkan pesawat tanpa awak Predator yang sangat canggih dan mampu terbang selama 24 jam di Afganistan dan Pakistan.

Namun, upaya AS itu sia-sia hingga sempat muncul polemik saling tuduh antara pemerintah Afganistan dan Pakistan. Pemerintah Afganistan sering menuduh Osama berada di Pakistan. Pakistan menolak tuduhan itu dan balik menegaskan, Osama ada di Afganistan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Info dari intelijen

Pertanyaan yang mengusik saat ini, bagaimana Osama bisa menyusup ke wilayah Pakistan itu? Ada dua kemungkinan. Osama disusupkan oleh Taliban Pakistan (simpatisan Al Qaeda di Pakistan) dari wilayah perbatasan ke dalam Pakistan. Ini dilakukan karena situasi di perbatasan kurang aman. AS kian intensif membombardir perbatasan dengan pesawat tanpa awak itu.

Juga bisa saja Osama sudah ditangkap sejak lama oleh dinas intelijen militer Pakistan (MI), dan disembunyikan di kompleks perumahan dekat Abbottabad. Anggota MI, seperti dibongkar oleh situs Wikileaks, beberapa waktu lalu masih terus main mata dengan Taliban dan Al Qaeda. MI punya hubungan historis dengan Taliban karena yang membentuk Taliban adalah MI, yang dikenal sangat independen dan jauh dari pengaruh Pemerintah Pakistan.

Apalagi, diberitakan, lokasi kompleks persembunyian Osama itu terletak hanya 100 meter dari Akademi Militer Pakistan, sebuah pusat pelatihan elite militer Pakistan.

AS kemudian mendapat informasi intelijen dari orang dalam MI tentang keberadaan Osama itu. Buktinya pasukan khusus AS dengan didukung helikopter tempur kok bisa masuk ke wilayah Pakistan jika tidak ada kerja sama dengan dengan MI. (MTH)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.