AS Minta Diplomatnya Keluar dari Suriah

Kompas.com - 27/04/2011, 03:12 WIB
Editor

Kairo, Kompas - Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, Selasa (26/4) di Washington, meminta semua keluarga diplomat dan pegawai tidak inti pada Kedutaan Besar AS di Damaskus segera meninggalkan Suriah.

Kementerian Luar Negeri AS juga memanggil Duta Besar Suriah untuk Washington Imad Mustafa untuk menyampaikan protes AS terhadap tindakan aparat keamanan Suriah menggunakan kekuatan berlebihan dalam menghadapi pengunjuk rasa prodemokrasi di Suriah.

Pemerintah AS juga diberitakan sedang mengkaji sanksi baru terhadap Pemerintah Suriah lantaran tindakan kekerasan aparat keamanan Suriah terhadap pengunjuk rasa.

Meski demikian, harian setengah resmi Suriah, Al Watan, edisi hari Selasa mengutip pejabat tinggi Suriah yang mengatakan, ”Otoritas Suriah telah memutuskan akan melakukan operasi militer besar-besaran untuk mengembalikan keamanan dan stabilitas di negara itu.”

Namun, tulis harian Al Watan, operasi militer tersebut tidak menghentikan agenda reformasi yang dicanangkan Presiden Bashar al-Assad di negara itu.

Menurut saksi mata dari kota Daraa kepada stasiun televisi Al Jazeera, suara tembakan masih terdengar kuat di berbagai sudut kota Daraa. Pasukan Suriah didukung tank dan kendaraan lapis baja sejak Senin dini hari lalu memasuki Daraa. Sedikitnya 20 warga sipil tewas, termasuk wanita dan anak kecil, akibat serangan aparat Suriah.

Aliran air diputus

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Para saksi mata mengungkapkan, tentara Suriah menghancurkan tempat-tempat penampungan air di rumah-rumah penduduk serta memutus aliran listrik dan telepon di kota Daraa.

Penduduk kota yang hanya berjarak 10 kilometer dari perbatasan Jordania itu beralih menggunakan nomor telepon Jordania untuk melakukan komunikasi di kota tersebut.

Menurut beberapa saksi mata, seperti dikutip Al Jazeera, sejumlah perwira militer di Daraa membelot dari kesatuannya dan bergabung dengan pengunjuk rasa. Para perwira tersebut balik menghadapi aparat keamanan dan penembak jitu yang sering melepaskan tembakan ke arah penduduk.

Sejumlah saksi mata kepada Al Jazeera mengungkapkan, para penembak jitu yang menempati atap-atap rumah penduduk menembaki siapa pun yang mencoba keluar ke jalan raya. Bahkan, warga yang mencoba menolong korban luka-luka atau mengambil mayat dari jalan raya ditembaki pula oleh penembak jitu itu. Aparat keamanan juga mencegah ambulans mengangkut korban luka-luka atau tewas.

Aparat keamanan dan tentara menduduki semua pintu jalan menuju Masjid Abu Bakar As Siddiq, Masjid Bilal Al Habsyi, dan Masjid Al Mansur serta kompleks kuburan Syuhada (martir).

Wartawan Al Jazeera di Jordania, Hassan al-Shubki, mengutip saksi mata di desa-desa yang dekat perbatasan dengan Suriah mengungkapkan, masih terdengar suara tembakan artileri di beberapa tempat di kota Daraa.

Di kota Homs dan beberapa desa di dekat kota Damaskus diwarnai aksi unjuk rasa mendukung penduduk kota Daraa.

(mth)



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X