Pemerintah Lamban Bela Perawat di Kuwait

Kompas.com - 19/04/2011, 22:36 WIB
EditorJosephus Primus

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah lamban membela perawat Indonesia dalam menghadapi polemik legalitas ijazah pendidikan keperawatan yang diragukan Pemerintah Kuwait. Kasus yang meresahkan ratusan perawat Indonesia di Kuwait ini menunjukkan koordinasi yang lemah antarlembaga pemerintah.

Kasus Kuwait menunjukkan kerapuhan perlindungan tenaga kerja Indonesia di luar negeri, baik informal maupun formal. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus menjadikan kasus ini sebagai bahan kajian tim terpadu yang baru dibentuk.

Menurut analis kebijakan Migrant Care, organisasi nonpemerintah yang aktif membela hak buruh migran, Wahyu Susilo, polemik legalitas akreditasi ijazah perawat Indonesia di Kuwait adalah bentuk miskoordinasi kementerian yang menjadi sumber masalah penempatan TKI. Pemerintah semestinya segera merespons persoalan yang muncul di luar negeri, sekaligus membenahi pemicu di dalam negeri.

"Akumulasi masalah sebenarnya bisa dicegah kalau sejak awal ada antisipasi dan tidak mengabaikan kasus-kasus yang muncul. Pemerintah baru kaget jika ada data kasus dengan kuantitas yang banyak," ujar Wahyu.


Nonaktif

Sedikitnya 700 perawat Indonesia bekerja di Kuwait sejak 1993 dan polemik mengemuka sejak 2001. Dari 307 orang yang diverifikasi, 215 perawat Indonesia telah tuntas.

Hal ini membuat beberapa rumah sakit di Kuwait menonaktifkan perawat Indonesia sampai polemik legalitas ijazah tuntas. Kasus ini menimpa Erpan Nurjamal, lulusan Akademi Perawat Bakti Tunas Husada, Tasikmalaya, Jawa Barat; Titi Winarni dan Dewi Sulistyowati, lulusan Akper Departemen Kesehatan Otten (kini Politeknik Kesehatan), Bandung, Jabar; serta Sriani dan Asterius Belo lulusan Akper St Carolus, Jakarta.

Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Cabang Kuwait Eko Priyanto, di Kuwait, menjelaskan, pemerintah harus menggunakan jalur diplomatik untuk menuntaskan masalah legalitas ijazah perawat di Kuwait.

Dihubungi di Bandung, Sekretaris Jenderal PPNI Harif Fadhillah menjelaskan, legalitas ijazah perawat Indonesia di Kuwait sungguh menyedihkan. PPNI mendesak pemerintah untuk membenahi sistem pendidikan dan lebih melindungi perawat Indonesia dengan segera mengesahkan RUU Perawat.

"Supaya perawat Indonesia mendapat pengakuan di pasar kerja internasional dan kompensasi yang layak," demikian Harif Fadhillah.



Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Trump: Kelihatannya Iran Dalang Serangan Drone ke Pabrik Minyak Saudi, Aramco

Trump: Kelihatannya Iran Dalang Serangan Drone ke Pabrik Minyak Saudi, Aramco

Internasional
Di Hari Libur, Penata Rambut Norah Jones Ini Potong Rambut Gelandangan Secara Gratis

Di Hari Libur, Penata Rambut Norah Jones Ini Potong Rambut Gelandangan Secara Gratis

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Iran Siap Perang | Artis Indonesia Tiga Setia Gara Jadi Korban KDRT di AS

[POPULER INTERNASIONAL] Iran Siap Perang | Artis Indonesia Tiga Setia Gara Jadi Korban KDRT di AS

Internasional
Bocah 10 Tahun Ini Dipaksa Menikah dengan Sepupu yang Berumur 22 Tahun

Bocah 10 Tahun Ini Dipaksa Menikah dengan Sepupu yang Berumur 22 Tahun

Internasional
Kim Jong Un Undang Trump ke Ibu Kota Korea Utara Pyongyang

Kim Jong Un Undang Trump ke Ibu Kota Korea Utara Pyongyang

Internasional
AS Tunjukkan Bukti Iran Dalang Serangan Drone ke Pabrik Minyak Saudi Aramco

AS Tunjukkan Bukti Iran Dalang Serangan Drone ke Pabrik Minyak Saudi Aramco

Internasional
Biarkan Ibu Hamil Turun dari Pintu Depan, Sopir Bus Ini Dihajar sampai Pingsan

Biarkan Ibu Hamil Turun dari Pintu Depan, Sopir Bus Ini Dihajar sampai Pingsan

Internasional
Polisi Meksiko Temukan 44 Jenazah Dimutilasi di 119 Kantong Sampah

Polisi Meksiko Temukan 44 Jenazah Dimutilasi di 119 Kantong Sampah

Internasional
Jika AS Ingin Gelar Perundingan Pelucutan Senjata Nuklir, Ini yang Diminta Korea Utara

Jika AS Ingin Gelar Perundingan Pelucutan Senjata Nuklir, Ini yang Diminta Korea Utara

Internasional
Viral, Artis Indonesia Bernama Tiga Setia Gara Menangis karena Disiksa Suami di AS

Viral, Artis Indonesia Bernama Tiga Setia Gara Menangis karena Disiksa Suami di AS

Internasional
Drone Serang Fasilitas Saudi Aramco: Harga Minyak Melambung hingga Iran Siap Perang

Drone Serang Fasilitas Saudi Aramco: Harga Minyak Melambung hingga Iran Siap Perang

Internasional
Si Istri yang Berusia 73 Tahun Melahirkan Bayi Kembar, Pria Ini Kena Serangan Jantung

Si Istri yang Berusia 73 Tahun Melahirkan Bayi Kembar, Pria Ini Kena Serangan Jantung

Internasional
Tanggapi Serangan Drone ke Pabrik Minyak Saudi Aramco, Trump: AS Siap Menembak

Tanggapi Serangan Drone ke Pabrik Minyak Saudi Aramco, Trump: AS Siap Menembak

Internasional
Sedang Memancing, Pria Ini Dapatkan Ikan Bermata Besar 'Mirip Dinosaurus'

Sedang Memancing, Pria Ini Dapatkan Ikan Bermata Besar "Mirip Dinosaurus"

Internasional
Dituduh AS Serang Pabrik Minyak Arab Saudi, Iran Siap Perang

Dituduh AS Serang Pabrik Minyak Arab Saudi, Iran Siap Perang

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X