William dan Kate Bulan Madu ke Jordania?

Kompas.com - 19/04/2011, 09:56 WIB
EditorEgidius Patnistik

LONDON, KOMPAS.com — Ke mana Pangeran William dan Kate Middleton akan berbulan madu setelah menikah pada 29 April ini? Sejatinya, lokasi bulan madu mereka masih merupakan rahasia resmi yang dijaga ketat. Seorang pembantu Kerajaan Inggris berkata, "Kami tidak akan mengidentifikasi negara mana yang mungkin akan menjadi tujuan bulan madu mereka. Setelah pernikahan, kami akan mengumumkan kapan mereka pergi untuk istirahat selama dua minggu, di mana mereka berharap bisa menikmati sedikit privasi."

Namun, pasangan itu diyakini akan melakukan perjalanan bulan madu ke Jordania, setidaknya itu menurut versi The Telegraph, sebagaimana dilansir media itu, Minggu (17/4/2011).

Pasangan itu mendapat jatah bulan madu selama dua minggu usai pernikahan. Pangeran William, yang bekerja sebagai pilot di RAF Valley di Anglesey, Wales Utara, telah diberi cuti dua minggu. Mereka diyakini telah memesan program tur ke Jordania selatan, untuk mengunjungi sejumlah tempat paling terkenal di sana, termasuk ke kota kuno Petra dan lembah padang pasir Wadi Rum.

Pasangan pengantin baru itu akan meninggalkan London untuk berbulan madu sehari setelah pernikahan. Mereka dipercaya telah mempertimbangkan sejumlah lokasi untuk tempat beristirahat dan Jordania dianggap sebagai negara asing kesukaan mereka. Pasangan itu juga bisa menghabiskan sebagian masa bulan madu mereka di salah satu istana Kerajaan, mungkin Balmoral, istana Ratu Elizabeth di Skotlandia.

Pasangan itu, yang pernikahannya akan dihadiri 1.900 tamu dan disaksikan sekitar 2 miliar penonton televisi global, berharap bisa memperoleh sedikit privasi setelah perkawinan. Selama perjalanan berbulan madu, mereka diperkirakan akan "ditemani" tim pengamanan Kerajaan demi menjamin keamanan mereka.

Jordania bukan sebuah negara yang benar-benar aman. Beberapa bagian negara itu masih bergolak menyusul kerusuhan yang melanda sejumlah negara di Timur Tengah dan minggu lalu ada protes di ibu kota Amman yang menyerukan reformasi politik dan ekonomi. Kementerian Luar Negeri Inggris memperingatkan, ada "ancaman umum" terorisme di Jordania menyusul serangan sejumlah roket di kota Aqaba, di selatan negara itu tahun lalu. Al Qaeda juga diyakini memiliki beberapa basis di negara tersebut.

Meski begitu, Pangeran William dan Kate diyakini telah memesan tur ke Jordania selatan. Telegraph melaporkan, rencana kunjunan mereka diyakini termasuk ke kota kuno Petra di kawasan Laut Mati. Petra, yang terletak tengah-tengah ngarai padang pasir, didirikan 26 abad lalu oleh orang-orang Nabatean, bangsa Aram. Dulunya, Petra merupakan pusat perdagangan sekaligus ibu kota dari Kerajaan Nabatean. Ketika Roma menyerang dan menduduki kota itu tahun 106 Masehi, Petra pun mulai runtuh. Gempa bumi dan munculnya jalur-jalur perdagangan baru membuat Petra jadi kota mati pada masa Kekaisaran Byzantine, sekitar abad ketujuh.

Selain ke Petra, William dan Kate juga diperkirakan akan ambil bagian dalam tamasya berkuda ke padang pasir di Wadi Rum, di mana mereka diperkirakan akan tinggal di sebuah kamp tenda yang mewah. Sejumlah biro perjalanan menawarkan kepada pasangan yang berbulan madu perjalanan pribadi "di jejak Lawrence of Arabia" di wilayah itu, tempat tentara TE Lawrence memimpin pemberontakan suku Bedouin melawan kekuasaan Ottoman tahun 1917 yang kemudian diabadikan dalam sebuah film klasik.

Desert Guides Company, yang mengkhususkan diri dalam mengatur perjalanan liburan ke Jordania, menyediakan akomodasi tenda mewah berbintang lima dalam tur ke Wadi Rum, termasuk tenda yang diterangi cahaya lilin dan akomodasi hotel bintang lima di Petra. Orang-orang yang berbulan madu ditawari sebuah pengalaman "otentik" berada di "tenda mewah". Di situ mereka bisa menghabiskan malam di sebuah tenda tradisional Bedouin, lengkap dengan bar, dan "kamar tidur yang elegan" yang menampilkan dekorasi tradisional Timur Tengah dan lentera gantung.

Telegraph melanjutkan, William dan Kate juga diperkirakan akan mengunjungi Amman, ibu kota Jordania. Middleton dan keluarganya pernah di tinggal sana. Ayahnya, Michael, bekerja di sana selama dua setengah tahun mulai tahun 1984, dan Middleton memasuki sekolah taman kanak-kanak di Amman, di mana ia diyakini telah sempat belajar berbicara bahasa Arab dasar.

Pasangan itu mungkin juga akan melakukan kunjungan tak resmi ke Raja Abdullah dan Ratu Rania dari Jordania yang merupakan teman dekat keluarga Kerajaan Inggris. Raja Abdullah dan Ratu Rania akan berada di antara para tamu pernikahan mereka pada 29 April ini.

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

    Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

    Internasional
    Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

    Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

    Internasional
    Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

    Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

    Internasional
    Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

    Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

    Internasional
    Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

    Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

    Internasional
    Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

    Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

    Internasional
    Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

    Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

    Internasional
    [KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

    [KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

    Internasional
    Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

    Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

    Internasional
    Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

    Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

    Internasional
    Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

    Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

    Internasional
    Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

    Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

    Internasional
    Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

    Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

    Internasional
    Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

    Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

    Internasional
    Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

    Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

    Internasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X