Ke Athena Bukan Belajar Etika

Kompas.com - 11/04/2011, 08:08 WIB
EditorEgidius Patnistik

YANG pertama terkenang dalam benak ketika mendarat di bandara Athena, Yunani, adalah cerita tentang studi banding para anggota DPR RI tanggal 23-26 Oktober tahun lalu ke Yunani. Menurut berita yang tersiar ketika itu, mereka ke Yunani untuk studi banding tentang etika. Berita itu segera memicu reaksi. Salah satu komentar dikemukakan oleh Ahmad Syafii Maarif, seorang tokoh terkemuka atau malahan guru bangsa. Buya Syafii, begitu biasa dia dipanggil, menilai kunjungan atau studi banding itu tidak bermanfaat.

Dalam artikelnya di Kompas, ia menulis, ”Yunani kini merupakan negara yang nyaris gagal di Eropa. Budaya korupsi dan upeti telah lama menyandera negara itu hingga tak dapat bangkit sebagai bangsa yang patut dicontoh.”

Yunani, menurut catatan sejarah, adalah cradle of civilization, katakanlah ”ibu kandung peradaban”. Yunani adalah wilayah pertama di Eropa yang dahulu kala terdepan dalam budaya, dimulai dengan peradaban Cycladic di Laut Aegea, peradaban Minoan di Kreta, lalu peradaban Mycenaean di Yunani daratan. Kemudian negara-negara kota di seluruh Yunani yang menyebar sampai ke wilayah pantai Laut Hitam, Italia Selatan, dan Asia Kecil (antara lain Turki sekarang).

Kemajuan peradaban itu terekspresikan dalam arsitektur, drama, ilmu pengetahuan, filsafat, dan dengan munculnya lingkungan kehidupan demokrasi di Athena. Periode Helenistik pengaruhnya sangat besar ketika itu. Dan helenisme atau kebudayaan Yunani menyebar ke Laut Tengah.

Kebesaran Yunani berakhir ketika Kekaisaran Romawi berkuasa atas Yunani pada tahun 146 SM. Akan tetapi, Romawi pun sudah terpengaruh budaya Yunani. Banyak tokoh Romawi yang belajar filsafat dan retorika di Yunani. Berbarengan dengan meluaskan Kekaisaran Romawi, budaya Yunani pun ikut menyebar. Dan, banyak orang Yunani yang berimigrasi ke kota-kota lain di kawasan pinggiran Laut Tengah dengan membawa budaya mereka. Sisa-sisa jejak mereka sampai sekarang masih bisa ditemui, misalnya di Aleksandria (Mesir), Istanbul (Turki), Jerusalem, dan Anthiokia.

Mengakibatkan luka batin Selain itu, muncul pula nama-nama besar di abad-abad sebelum Masehi, seperti Hippokrates (460-370 SM), Sokrates (469-399 SM), Plato (429-347 SM), dan Aristoteles (384-322 SM). Aristoteles, misalnya, banyak bicara tentang etika dan pemikiran politik berdasarkan prinsip teleologis: ada tujuan yang hendak dicapai dalam bernegara. Yang menarik, menurut Aristoteles, sistem kerajaan adalah bentuk pemerintahan terbaik, bukan demokrasi. ”Apakah anggota DPR itu ingin mengubah demokrasi menjadi kerajaan?” tulis Buya Syafii waktu itu.

Kami yang mendarat di Athena hari Minggu (10/4) dari Beograd, Serbia, bukanlah rombongan yang hendak belajar etika di Yunani, tetapi menghadiri dialog antarpenganut agama (interfaith) antara Indonesia dan Yunani. Delegasi Indonesia yang dipimpin Andri Hardi, Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri, terdiri dari para pemuka agama, ilmuwan, tokoh masyarakat, dan pejabat pemerintah.

Dialog membuka pintu untuk saling memahami dan menerima kesamaan dan perbedaan antara agama yang satu dan lain. Mengutip kata-kata yang pernah diucapkan Paus Yohanes Paulus II, ”Kita menyembah pencipta yang sama, tetapi kita menyebutnya dengan nama yang berbeda-beda.”

Dialog diharapkan akan membawa semua pihak mengakui bahwa sejarah hubungan antarumat beragama bukan sejarah yang hanya baik dan mulus. Sejarah ini menyimpan berbagai macam konflik yang mengakibatkan luka-luka batin. Sejarah dan akibat-akibatnya ini perlu diakui dan diterima dengan hati tulus. Kita perlu menyembuhkan luka-luka sejarah itu agar hubungan-hubungan kita pun akan diperbarui. (Trias Kuncahyono, dari Athena, Yunani)

Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

    Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

    Internasional
    Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

    Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

    Internasional
    Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

    Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

    Internasional
    Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

    Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

    Internasional
    Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

    Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

    Internasional
    Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

    Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

    Internasional
    Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

    Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

    Internasional
    Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

    Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

    Internasional
    Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

    Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

    Internasional
    Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

    Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

    Internasional
    [POPULER INTERNASIONAL] Sungai di Korsel Berubah Merah karena Darah Babi | Pria Diborgol karena Sandwich

    [POPULER INTERNASIONAL] Sungai di Korsel Berubah Merah karena Darah Babi | Pria Diborgol karena Sandwich

    Internasional
    Pemimpin Oposisi Inggris Sebut Eks Pemimpin ISIS Baghdadi Harus Ditangkap Hidup-hidup

    Pemimpin Oposisi Inggris Sebut Eks Pemimpin ISIS Baghdadi Harus Ditangkap Hidup-hidup

    Internasional
    Istrinya Habis Rp 600 Juta di Harbolnas China, Pria Ini Ingin Bunuh Diri

    Istrinya Habis Rp 600 Juta di Harbolnas China, Pria Ini Ingin Bunuh Diri

    Internasional
    Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

    Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

    Internasional
    Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

    Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

    Internasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X