Tentara Ouattara Memperkosa Warga

Kompas.com - 09/04/2011, 12:40 WIB
EditorEgidius Patnistik

Para pendukung Presiden Pantai Gading, Alassane Ouattara, yang diakui secara internasional membunuh dan memperkosa ratusan orang serta membakar desa-desa dalam satu serangan akhir Maret, kata Human Rights Watch (HRW), Sabtu 99/4/2001).

Kelompok hak asasi manusia itu mengungkapkan bukti-bukti baru tentang pembunuhan yang dilakukan terhadap orang yang diduga pendukung orang kuat Laurent Gbagbo di bagian barat negara yang dilanda perselisihan itu saat para pengikut Ouattara mengambil wilayah yang sebelum dikuasai pendukung Gbagbo. Namun kelompok itu juga merinci kekejaman seperti pembunuhan terhadap 100 pria, wanita dan anak-anak di sebuah kota di utara negara itu oleh para pengikut Gbagbo dan serangan mematikan lainnya di kota-kota dan desa-desa di dekatnya.

Ouattara telah menyampaikan bantahan kepada pemimpin PBB Ban Ki-moon bahwa pasukannya tidak terlibat saat Ban bertanya kepadanya tentang pembunuhan itu minggu lalu. "Untuk memahami peristiwa tragis di Pantai Gading, garis tidak dapat ditarik antara utara dan selatan, atau pendukung Gbagbo dan Ouattara," kata Daniel Bekele, Direktur Afrika HRW. "Sayangnya, ada orang-orang di kedua belah pihak telah menunjukkan bahwa mereka tidak menghargai martabat kehidupan manusia," tambah Bekele.

Palang Merah Internasional telah mengemukan bahwa hingga 800 orang telah tewas dalam pembantaian di kota Duekoue di barat negara itu pada akhir Maret. Menurut PBB, Ouattara telah sepakat untuk mengadakan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

Laporan HRW memperkuat keterlibatan pendukung Ouattara dalam kasus Duekoue. Ouattara sendiri telah dinyatakan PBB sebagai pemenang pemilihan presiden pada bulan November lali, pemilihan yang justru membawa kekejaman baru di kota-kota lain dan desa-desa di negara itu.

HRW mengatakan, pihaknya telah wawancara lebih dari 120 saksi pembunuhan dan kerabat-kerabat korban di perbatasan Liberia-Pantai Gading dan menghubungi 20 orang lainnya di kota-kota di sebelah barat negara itu seperti Guiglo, Duekoue, dan Blolequin melalui telepon.

Kelompok HAM itu menuduh Pasukan Republik Pantai Gading, yang dikendalikan perdana menteri Ouattara, Guillaume Soro, membunuh lawan-lawan mereka antara tanggal 6 Maret dan 30 Maret saat mereka mengambil alih wilayah-wilayah itu dari pasukan Gbagbo di Pantai Gading Barat. Banyak dari mereka yang tewas adalah warga etnis Guere yang kebanyak mendukung Gbagbo dalam pemilihan tahun lalu.

HRW mengatakan, para saksi menceritakan bagaimana anggota pendukung Ouattara "mengeksekusi dan memperkosa orang-orang yang dianggap pendukung Gbagbo di rumah mereka, saat mereka bekerja di ladang, ketika mereka melarikan diri, atau saat mereka mencoba untuk bersembunyi di semak-semak."



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X