Oposisi Letakan Senjata, Baru Berunding

Kompas.com - 06/04/2011, 09:17 WIB
EditorEgidius Patnistik

TRIPOLI, KOMPAS.com — Rezim Moammar Khadafy akan berunding dengan oposisi Libya tentang reformasi jika mereka meletakkan senjata, kata Wakil Menteri Luar Negeri Khaled Kaim.

"Mereka (oposisi) harus meletakkan senjata. Kemudian mereka dapat bergabung dalam proses politik," kata Kaim dalam konferensi pers Selasa (5/4/2011) malam.

Dia mengatakan, proses itu akan dijamin oleh Uni Afrika dan pengamat Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang akan menghilangkan semua keraguan. Sebuah komite Uni Afrika yang terdiri atas pemimpin Mauritania, Mali, Kongo, Afrika Selatan, dan Uganda akan mengunjungi Libya pekan depan guna membantu menemukan solusi bagi krisis negara itu.

Satu misi Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB juga akan mengunjungi Libya pada 15 April, kata Kaim. Namun, ia membantah bahwa pihak Dewan Peralihan Nasional mewakili masyarakat Libya.

Juru bicara Pemerintah Libya, Mussa Ibrahim, Senin, mengatakan, rezim Khadafy sudah siap merundingkan pemilihan umum atau referendum, tetapi kemungkinan pengunduran diri pemimpin Libya itu tidak bisa dibicarakan.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X