AS Tarik Jet Tempurnya dari Libya

Kompas.com - 05/04/2011, 13:07 WIB
EditorEgidius Patnistik

WASHINGTON, KOMPAS.com — Militer Amerika Serikat, Senin waktu setempat, menarik jet tempur dari misi penegakan zona larangan terbanga di Libya. Penarikan itu telah ditunda 48 jam setelah NATO meminta Washington untuk melanjutkan pengemboman ke wilayah Libya pada hari Sabtu.

AS telah berencana untuk menghentikan misi tempur serta peluncuran peluru kendali Tomahawk pada akhir pekan lalu, tetapi kemudian menerima permintaan NATO untuk meneruskan operasi selama 48 jam lagi hingga Senin. Juru bicara Pentagon, Kapten Darryn James, mengatakan, serangan jet-jet tempur AS berakhir Senin pukul 22.00 GMT (atau Selasa pukul 05.00 WIB).

Setelah kepemimpinan koalisi diambil oleh NATO, kata James dalam sebuah e-mail-nya kepada AFP, "Aset-aset penerbangan AS diperkirakan akan berhenti melakukan serangan dadakan, tetapi tetap dalam status siaga bila NATO meminta dukungan."

NATO telah mengeluarkan permintaan untuk memperpanjang pengeboman yang dilakukan AS menyusul cuaca buruk pada pekan lalu yang menghambat pesawat tempur koalisi. Kondisi tersebut, menurut para pemimpin militer koalisi, telah membuat pasukan Moammar Khadafy bisa leluasa menghajar pasukan antipemerintah.

Menurut James, antara pukul 22.00 GMT Selasa (Rabu pukul 05.00 WIB) dan pukul 10.00 GMT (17.00 WIB) Senin, pesawat AS melakukan sekurangnya dua serangan, tetapi tidak meluncurkan rudal Tomahawk. Satu jet Harrier AS "menyerang kendaraan militer dekat" Sirte dan satu pesawat Thunderbolt A-10 "menyerang kendaraan militer dekat Brega". Pesawat A-10, yang dipersenjatai dengan kanon 30mm dan dapat bertahan dari serangan langsung musuh, dirancang untuk menggempur tank dan target darat lain.

Anggota parlemen AS telah mengecam Presiden AS Barack Obama terkait pengurangan peran militer. Parlemen juga menyebutkan, sekutu NATO tidak memiliki kemampuan setara dengan pesawat penyerang darat A-10.

Dengan penarikan jet-jet tempur itu, selanjutnya peran AS hanya terbatas pada pengacak elekronik, pengisian bahan bakar di udara, pengintaian dan upaya pencarian dan penyelamatan.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X