Dubes Inggris Buat Tesis Seif Khadafy?

Kompas.com - 02/04/2011, 14:43 WIB
EditorEgidius Patnistik

LONDON, KOMPAS.com — Duta Besar Inggris untuk Washington, Sabtu (2/4/2011), membantah klaim bahwa ia telah membantu Seif Khadafy, putra Pemimpin Libya Moammar Khadafy, membuat disertasi doktornya.

Kementerian Luar Negeri Inggris di London memberikan konfirmasi bahwa Sir Nigel Sheinwald bertemu dengan Seif al-Islam Khadafy ketika ia belajar di Universitas London School of Economics (LSE), tetapi bersikeras bahwa ia tidak terlibat dalam penulisan disertasinya. Bantahan itu muncul ketika LSE menyelidiki klaim bahwa Seif menjiplak dalam membuat tesisnya. Daily Mail mengutip sebuah sumber senior LSE yang mengklaim bahwa Sheinwald telah memperlihatkan "kepentingan yang mendalam" dalam studi Seif dan menawarkan "bantuan aktif" dalam karyanya (disertasi).

Sumber itu mengatakan, dugaan bantuan itu bersifat tidak resmi dan sah, lapor Daily Mail. "Seif hanya menggunakan kontak-kontaknya yang mengesankan untuk memastikan karya yang dihasilkannya merupakan kualitas terbaik," kata sumber itu sebagaimana dikutip Mail.

Dalam sebuah pernyataan, seorang juru bicara Departemen Luar Negeri Inggris mengatakan, "Sir Nigel Sheinwald bertemu Seif Khadafy selama ia belajar di LSE dan oleh karena itu tahu bahwa ia sedang mempersiapkan sebuah tesis. Namun, Sir Nigel sama sekali tidak berperan dalam penulisan setiap bagian dari tesis, tidak memberi saran tentang hal itu kepada Seif Khadafy atau siapa pun, dan tidak menyarankan perubahan."

Tahun 2003, Seif lulus dari LSE untuk gelar master bidang filsafat, kebijakan, dan nilai sosial. Tahun 2008 ia lulus untuk gelar doktor dalam bidang filsafat.

Sheinwald berada di samping Perdana Menteri Tony Blair ketika ia pertama kali bertemu Khadafy tahun 2004, dan sekali lagi tahun 2007. Sheinwald telah menjadi Duta Besar Inggris untuk Amerika Serikat sejak tahun 2007 setelah ditunjuk Blair.

LSE menyelidiki klaim bahwa Seif menjiplak beberapa bagian dari disertasi doktornya. Selain itu, dewan LSE telah membentuk penyelidikan independen tentang hubungan universitas itu dengan rezim Libya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Direktur LSE Howard Davies, yang mundur bulan lalu terkait hubungan LSE dengan pihak Khadafy, mengatakan bahwa reputasi universitas itu telah "rusak". Davies mengaku, keputusan untuk menerima dana sebesar 485.000 dollar AS dari Seif merupakan kesalahan dan bahwa perjalanannya ke Libya untuk membantu memodernisasi lembaga-lembaga keuangan rezim itu merupakan satu kekeliruan.

Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.