Batas Radius Bahaya di Jepang Meningkat

Kompas.com - 02/04/2011, 03:25 WIB
EditorNasru Alam Aziz

TOKYO, KOMPAS.com — Permukiman akan mengalami masalah serius di Jepang menyusul rusaknya Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima Daiichi. Menurut Kepala Kabinet Jepang Yukio Edano, warga dari wilayah yang terkena radiasi nuklir tidak bisa kembali sampai waktu yang belum bisa dipastikan.

"Penduduk tak bisa kembali dalam hitungan hari atau pekan. Ini akan lebih lama dari itu," ujar Yukio, Jumat (1/4/2011) di Tokyo.

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima Daiichi (PLTN Fukushima Daiichi) berada 240 km di utara Tokyo. Pembangkit ini rusak parah akibat gempa dan tsunami dahsyat pada 11 Maret 2011.

Sejauh ini, Pemerintah Jepang masih berupaya memperbaiki PLTN tersebut. Sementara proses perbaikan berjalan, pencemaran juga terus meluas dengan kekuatan yang semakin meningkat.

Tingkat radiasi yang terdeteksi di perairan lepas pantai sekitar PLTN Fukushima Daiichi tercatat 3.355 kali ambang batas yodium radioaktif. Walau demikian, jumlah tersebut tidak menimbulkan ancaman langsung terhadap kesehatan manusia.

Pemerintah Jepang menetapkan jarak aman sampai radius 30 km dari pembangkit. Namun, menurut Aljazeera, seekor sapi yang berada 70 km dari pembangkit terpapar radiasi sampai di atas batas normal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    25th

    Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X