Kontaminasi dan Iradiasi Pangan

Kompas.com - 30/03/2011, 04:28 WIB
Editor

Semakin besar paparan zat radioaktif, semakin besar peluang munculnya radikal bebas yang memicu kanker. Iodine menyerang kelenjar tiroid, sedangkan cesium mengendap di jaringan lunak tubuh.

Anak-anak menjadi kelompok paling rentan terhadap paparan iodine karena fungsi tubuh mereka belum sempurna.

Kepala Bidang Biomedik, Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi Badan Tenaga Nuklir Nasional (PTKMR Batan) Zubaidah Alatas mengatakan, pil yodium atau kalium iodida yang diberikan kepada warga di sekitar PLTN oleh Pemerintah Jepang pada awal terjadinya ledakan dimaksudkan untuk menghambat iodine mengendap di kelenjar tiroid. Namun, konsumsi pil harus atas rekomendasi otoritas kesehatan tak dapat dikonsumsi sembarangan.

”Masyarakat di Indonesia tidak perlu mengonsumsi pil ini karena tidak ada peningkatan kontaminasi zat radioaktif. Mengonsumsi yang tidak perlu justru memicu penyakit lain, terutama hipertensi,” katanya.

Peneliti PTKMR Batan, Bunawas, menambahkan, zat radioaktif dalam tubuh dapat dikeluarkan melalui air kemih, keringat, ataupun tinja. Karena itu, mereka yang terpapar zat radioaktif dalam jumlah tinggi, tetapi masih di bawah batas aman, disarankan mengonsumsi makanan bergizi yang mengandung antioksidan. Mereka juga disarankan banyak beraktivitas agar banyak keringat keluar dari tubuh dan banyak minum air agar sering buang air kecil.

Batas aman paparan zat radioaktif dalam tubuh manusia per tahun sebesar 1 milisieverts (mSv). Adapun bagi pekerja reaktor, dosisnya bisa ditingkatkan hingga 20 mSv per tahun. Dalam kondisi darurat nuklir, dosis bagi pekerja reaktor bisa dinaikkan hingga 50 mSv.

Untuk menjaga agar tubuh tidak terpapar zat radioaktif dalam jumlah berlebihan, maka sertifikat bebas zat radioaktif bagi makanan yang masuk ke Indonesia mutlak diberlakukan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketua Umum Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia Dahrul Syah mengingatkan, hingga enam tahun sesudah ledakan PLTN Chernobyl, Uni Eropa masih melarang impor produk pangan dari Ukraina. Lama waktu tunggu ini dimaksudkan agar konsentrasi cemaran zat radioaktif yang ada dalam produk-produk pangan tidak lagi membahayakan bagi manusia.

Pangan iradiasi

Paparan zat radioaktif dalam bahan pangan memang harus dikhawatirkan. Namun, kekhawatiran serupa tidak perlu dialamatkan kepada pangan iradiasi.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.