Tepco Minta Bantuan Perancis

Kompas.com - 28/03/2011, 20:07 WIB
EditorJosephus Primus

PARIS, KOMPAS.com - Tokyo Electric Power (Tepco), operator pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima, yang rusak di Jepang, meminta bantuan dari Perancis untuk mengatasi krisis itu, kata Menteri Perindustrian Eric Besson pada Senin (28/3/2011). "TEPCO untuk pertama kali, saya dengan senang mengatakan, meminta bantuan dari industri di Perancis," kata Besson kepada radio RTL, dengan menyebutkan nama perusahaan energi raksasa EDF, kelompok nuklir Areva dan badan tenaga atom Perancis CEA dalam pernyataannya.    

Baik EDF (Electricite de France) maupun Areva belum memastikan berita tersebut saat dihubungi AFP.     Besson mengatakan bahwa keadaan saat ini di Fukushima, tempat air dengan tingkat radioaktif tinggi bocor dari turbin pembangkit itu setelah gempa pada 11 Maret dan berada dalam "keadaan sangat gawat". "Sulit mengetahui dengan pasti mengenai keadaan sebenarnya," kata Besson.    

"Saat kelompok perusahaan Perancis berpengalaman tersebut ikut, mereka akan tahu lebih banyak," tambahnya.    

EDF yang menjalankan 58 pembangkit nuklir Perancis, pada 18 Maret mengumumkan bahwa tiga perusahaan tersebut akan mengirimkan 130 ton perlengkapan khusus ke Jepang, termasuk robot, yang mampu masuk bila terjadi kecelakaan nuklir. Namun, juru bicara Besson mengatakan bahwa permintaan terbaru Tepco merupakan isu terpisah.    

Air temuan di terowongan bawah tanah, yang terhubung dengan pembangkit No.2 di PLTN Fukushima, menunjukkan bahwa tingkat radiasi berada pada angka lebih dari 1.000 milisievert per jam, kata pejabat TEPCO kepada wartawan di Jepang.    

Gempa besar dan tsunami pada 11 Maret merusak sistem pendingin dari enam reaktor di PLTN itu, memicu ledakan dan kebakaran, menyebarkan radiasi dan ketakutan global mengenai bencana meluas.    

Presiden Tepco Masataka Shimizu (66 tahun) sakit pada 16 Maret dan harus libur beberapa hari dari satuan tugas bersama, yang dibentuk pemerintah dan perusahaan itu.    

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.