Pakistan Buru Musharraf

Kompas.com - 26/03/2011, 18:34 WIB
EditorJosephus Primus
RAWALPINDI, KOMPAS.com — Pakistan akan meminta Interpol mengedarkan satu surat perintah penangkapan bagi mantan Presiden Pervez Musharraf menyangkut pembunuhan terhadap mantan PM Benazir Bhutto. Demikian kata seorang jaksa, Sabtu (26/3/2011).      Pekan lalu pengadilan Pakistan memberikan waktu kepada pihak kejaksaan sampai 2 April untuk melaksanakan perintah penangkapan terhadap Musharraf yang menjadi presiden ketika Benazir tewas Desember 2007 akibat ditembak dan serangan bom bunuh diri di Rawalpindi.      Musharraf yang mengasingkan diri di London dituduh tidak memberikan penjagaan keamanan yang layak terhadap Benazir. ”Kami menyerahkan tiga surat ke pengadilan itu yang telah dikirim ke Pemerintah Inggris bagi pelaksanaan perintah penangkapan itu,” kata jaksa Chaudhry Zulfiqar Ali kepada AFP. ”Kami belum menerima laporan dari Departemen Dalam Negeri Inggris dan kami sekarang akan mengirim surat kepada Interpol untuk membantu pelaksanaan perintah penangkapan itu,” kata Ali. Benazir tewas setelah menyampaikan pidato dalam rapat kampanye pemilu di Rawalpindi 27 Desember 2007. Musharraf dituduh terlibat dalam satu ”persekongkolan luas” untuk melakukan pembunuhan pesaing politiknya sebelum pemilu, meskipun tidak jelas apa sebenarnya tuduhan terhadap dia. Benazir, yang menjadi perdana menteri dalam dua masa jabatan, pulang dari pengasingan dua bulan sebelum ia dibunuh. Suaminya, Asif Ali Zardari, yang memimpin Partai Rakyat Pakistan, meraih kemenangan dalam pemilu tahun 2008 dan kini menjadi presiden. Saat Benazir wafat, pemerintah Musharraf menyalahkan pembunuhan itu pada Ketua Taliban Pakistan Baitullah Mehsud yang membantah terlibat dan kemudian tewas akibat serangan pesawat Amerika Serikat.
 
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.