Indonesia Siap Bantu Perundingan Mindanao

Kompas.com - 09/03/2011, 04:34 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Pemerintah Indonesia bersedia membantu Pemerintah Filipina dalam perundingan perdamaian konflik di Mindanao, Filipina selatan. Kontribusi Indonesia itu akan diwujudkan dalam keterlibatan pada Tim Pengawas Internasional (International Monitoring Team).

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan hal itu dalam keterangan pers bersama Presiden Filipina Benigno S Aquino III, Selasa (8/3) di Istana Merdeka, Jakarta.

”Kami ingin berkontribusi dalam penyelesaian masalah keamanan di Filipina selatan. Indonesia bersedia menjadi anggota International Monitoring Team, sebagaimana dulu Filipina juga membantu Indonesia dalam tugas monitoring saat proses perdamaian Aceh,” kata Presiden.

Aquino berterima kasih atas kesediaan itu. Ia berharap kerja sama bilateral Indonesia-Filipina dapat ditingkatkan.

Dalam pertemuan kedua presiden, Indonesia dan Filipina juga menyepakati peningkatan kerja sama di bidang keamanan, ekonomi, dan pendidikan. Peningkatan kerja sama ekonomi diwujudkan dengan peningkatan volume perdagangan dan investasi dua negara. Dalam pertemuan itu ditandatangani kesepahaman kerja sama di sektor perikanan serta pembahasan kerja sama di sektor transportasi, konektivitas, pangan, energi, dan pariwisata.

Dalam bidang politik dan keamanan disepakati kerja sama pertahanan dengan fokus pendidikan dan latihan, penanggulangan bencana, pemberantasan terorisme, patroli-patroli terkoordinasi, baik laut maupun udara, serta pengembangan misi penjaga perdamaian.

”Kami juga sepakat mempercepat negosiasi batas maritim kedua negara. Kalau bisa, kita selesaikan lebih efektif lagi. Kerja sama menghadapi kejahatan transnasional, terorisme, di bidang perikanan, serta patroli laut dan udara juga bisa kita tingkatkan,” kata Yudhoyono.

Aquino melihat banyak persamaan antara Indonesia dan Filipina. ”Itu bagus karena dari awal yang sama, kita menghadapi masalah yang sama dan saya berharap berarti kita menghadapi kesempatan yang sama pada masa depan,” katanya.

Mengenai situasi di Timur Tengah, menurut Yudhoyono, Indonesia dan Filipina prihatin atas tindak kekerasan yang terjadi. Kedua negara sepakat bekerja sama mengevakuasi warga negaranya yang berada dalam situasi konflik di Timur Tengah.

Moro

Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa menyatakan, keterlibatan Indonesia mengatasi masalah keamanan di Filipina pernah dilakukan dengan memfasilitasi perundingan damai Pemerintah Filipina dengan Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF). Indonesia saat itu juga menjadi peninjau.

Keterlibatan Indonesia kali ini, menurut Menlu, terkait perundingan damai Pemerintah Filipina dengan Front Pembebasan Islam Moro (MILF). Negara lain yang terlibat antara lain Malaysia dan Norwegia. ”Ini merupakan kepercayaan dari negara sahabat,” kata Marty. (why)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.