Bahkan Pemain Kriket Dilarang Menulis

Kompas.com - 08/03/2011, 17:49 WIB
EditorA. Tjahjo Sasongko

CHITTAGONG, Kompas.com — Kebiasaan larangan menulis bukan hanya menimpa wartawan, tapi juga seorang pemain kriket Banglades diminta untuk tidak menuangkan idenya di kolom surat kabar.

Skipper timnas kriket Banglades, Shakib Al Hasan, dianggap lancang menuangkan gagasannya yang tidak sesuai dengan kelebihan asosiasi kriket negara itu. Hal ini dibenarkan Manzur Ahmed, CEO asosiasi kriket Banglades.

Dalam kolomnya, Shakib mengecam para mantan pemain nasional negara tersebut yang juga mengecam penampilan timnas saat menghadapi India Barat di Grup B Piala Dunia. Shakib meminta para pengecam melihat lagi prestasi mereka pada masa lalu.

Saat menghadapi India Barat, Banglades mencatat poin terendah, 58. Para pengecam menyebut tidak ada koordinasi penempatan yang baik pada para pemain Banglades saat melawan India Barat.

Lewat kolomnya di surat kabar Prothom Alo, Shakib menyebut seharusnya para pengecam tersebut sadar diri dengan prestasi mereka di masa lalu. Hal inilah yang menimbulkan kemarahan kepada para banyak mantan pemain.

Mantan  kapten timnas, Roquibul Hassan, mengatakan, tulisan Shakib tidak mencerminkan kepemimpinannya. "Kami mengkritik saat mereka bermain buruk dan memuji saat mereka tampil baik. Saat menghadapi Irlandia, Shakib bermain baik. Namun, tidak saat menghadapi India Barat."

Manzur Ahmed mengaku telah mengeluarkan larangan kepada para pemain untuk menuliskan kolom. "Saya kira mereka tidak akan menulis lagi," kata Ahmed. "Kami tengah mengusahakannya dan berharap bisa menyelesaikannya."



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X