Peringatan Dini Gempa

Kompas.com - 08/03/2011, 05:06 WIB
Editor

jakarta, kompas - Sistem peringatan dini gempa menjadi kunci penting pengurangan jumlah korban karena itu banyak negara berlomba-lomba membangunnya. Salah satu yang terdepan adalah Jepang, yang bisa menginformasikan ke masyarakat hingga 20 detik sebelum guncangan gempa melanda.

Kemampuan Jepang mendeteksi dini gempa sebelum melanda permukiman warga itu disampaikan Takeshi Koizumi, pejabat senior Japan Meteorological Agency (JMA), dalam diskusi di Jakarta, Senin (7/3). Diskusi terselenggara atas kerja sama Asian Disaster Reduction Center (ADRC) dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). ”Sistem deteksi dini gempa (earthquake early warning/EEW) sudah diterapkan di seluruh wilayah Jepang sejak tahun 2007,” kata Koizumi.

Menurut Koizumi, gelombang gempa punya dua jenis, yang pertama gelombang-P (preliminary tremor) dan kedua gelombang-S (strong tremor). Gelombang-S ini yang menyebabkan kerusakan bangunan.

Begitu terjadi gempa, gelombang-P biasanya menjalar 5 kilometer per detik atau hampir dua kali lipat lebih cepat daripada gelombang-S yang berkecepatan 3 km per detik. ”Dengan fokus mendeteksi gelombang-S, kami bisa mengalkulasikan kapan dan berapa daya rusak gelombang-S di suatu daerah,” katanya.

Semakin jauh lokasi daerah dari pusat gempa, informasi yang diterima bisa lebih dini, bisa sampai 10-20 detik sebelum datangnya gempa.

Selain kemajuan seismograf pendeteksi gelombang-S itu, kata Koizumi, media memegang peranan penting menyampaikan informasi agar secepatnya diterima warga secara akurat. Media itu, terutama Nippon Housou Kyoukai (NHK), yang oleh undang-undang Jepang disebutkan bertanggung jawab menyebarkan informasi soal bencana.

Deputi Direktur Pusat Informasi Bencana dan Keselamatan NHK Takeshi Tonoike mengatakan, JMA dan NHK telah bekerja sama sehingga begitu ada informasi gempa, tsunami, atau gunung meletus, langsung terinformasikan ke masyarakat luas saat itu juga. ”Begitu ada informasi bencana besar, seluruh siaran akan dihentikan untuk menginformasikan bencana,” katanya.

Selain mendapat pasokan informasi dari JMA, NHK juga memiliki 73 alat pengukur seismik yang dipasang di seluruh wilayah Jepang. NHK juga memiliki 14 helikopter sendiri untuk menyiarkan bencana.

Sumatera Barat

Kepala Bidang Geofisika Pusat Penelitian dan Pengembangan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Hendri Surbakti mengatakan, Indonesia saat ini sedang membangun sistem deteksi dini di Sumatera Barat. ”Kita kerja sama dengan NIED-Japan menyiapkan sistem EEW ini di Sumatera Barat,” kata dia.

Hendri menambahkan, Pemerintah Indonesia belum bisa membangun sistem tersebut untuk seluruh wilayah di Indonesia. Salah satunya terkendala biaya pengadaan yang mahal. (AIK)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X