Pemerintah Tunggu Hasil Banding Darsem

Kompas.com - 07/03/2011, 15:30 WIB
EditorA. Wisnubrata

JAKARTA, KOMPAS.com — Nasib tenaga kerja Indonesia asal Subang, Jawa Barat, Darsem binti Dawud Tawar masih bergantung pada proses hukum pengadilan Riyadh, Arab Saudi. Pemerintah Indonesia memilih menunggu keputusan proses banding atas perkara pembunuhan majikan oleh Darsem ketimbang langsung menanggung uang kompensasi senilai dua juta riyal atau Rp 4,7 miliar untuk membebaskan Darsem dari jerat vonis mati.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Michael Tene mengatakan, pembayaran uang kompensasi merupakan bagian lain dari upaya perlindungan terhadap Darsem. "Proses bandingnya sendiri masih berjalan sehingga nanti kalau kita lihat hasilnya berbeda (dengan keputusan pengadilan tahap pertama, vonis mati), ya kita lihat opsi yang mana," kata Michael dalam kesempatan temu pewarta di kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (7/3/2011).

Kendati demikian, Michael mengatakan bahwa pemerintah mempersiapkan opsi perlindungan Darsem untuk berbagai kemungkinan, termasuk jika akhirnya harus membayar uang kompensasi senilai Rp 4,7 miliar yang diminta ahli waris korban.

Namun, ketika ditanya mengenai jumlah uang yang sudah terkumpul untuk kompensasi Darsem, Michael enggan menjawab. "Saya kira pemerintah melakukan berbagai cara yang dimungkinkan sesuai proses hukum di sana," katanya.

Darsem binti Dawud Tawar terbukti bersalah membunuh majikannya, seorang warga negara Yaman. Dalam persidangan, Darsem melalui pengacaranya yang ditunjuk Kedutaan Besar RI di Arab Saudi menyatakan, pembunuhan itu terjadi karena dia membela diri dari upaya pemerkosaan oleh majikannya tersebut.

Malangnya, pengadilan di Riyadh, Arab Saudi, menjatuhkan vonis mati bagi Darsem pada 6 Mei 2009. Namun, berkat bantuan pihak Lajnah Islah (Komisi Jasa Baik untuk Perdamaian dan Pemberian Maaf) Riyadh dan juga pejabat Gubernur Riyadh, Darsem mendapat pemaafan.

Ahli waris korban pada 7 Januari 2011 memberikan maaf kepada Darsem, tapi juga meminta uang kompensasi sebesar 2 juta riyal atau Rp 4,7 miliar. Uang tersebut harus dilunasi dalam enam bulan ke depan.

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

    Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

    Internasional
    Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

    Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

    Internasional
    Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

    Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

    Internasional
    Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

    Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

    Internasional
    Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

    Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

    Internasional
    Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

    Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

    Internasional
    Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

    Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

    Internasional
    [KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

    [KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

    Internasional
    Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

    Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

    Internasional
    Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

    Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

    Internasional
    Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

    Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

    Internasional
    Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

    Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

    Internasional
    Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

    Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

    Internasional
    Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

    Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

    Internasional
    Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

    Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

    Internasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X