Tiga Marinir Belanda Ditahan di Libya

Kompas.com - 04/03/2011, 07:09 WIB
EditorRobert Adhi Kusumaputra

AMSTERDAM, KOMPAS.com  - Tiga marinir Belanda telah ditahan di Libya setelah mereka ditangkap oleh pasukan yang setia pada pemimpin negara itu, Muamar Gaddafi, ketika berusaha untuk menolong dua warga Eropa, kata seorang jurubicara Kementerian Pertahanan Belanda, Kamis.

Marinir-marinir itu ditangkap pada Ahad (27/2) oleh sejumlah pria bersenjata setelah mereka mendarat di Sirte dengan sebuah helikopter dari kapal angkatan laut Belanda yang ditempatkan di lepas pantai Libya untuk membantu evakuasi orang-orang yang ingin keluar dari negara Afrika utara itu.

Badan siaran umum Belanda NOS, Kamis (3/3), memperlihatkan gambar ketiga marinir itu, yang telah disiarkan oleh televisi negara Libya, yang mengatakan ketiga orang itu telah masuk wilayah udara Libya "dalam pelanggaran hukum internasional".

Gambar itu memperlihatkan citra buram helikopter, senjata dan marinir-marinir tersebut. Jurubicara Kementerian Pertahanan Otte Beekema sebelumnya mengatakan pemerintah Belanda "sedang dalam perundingan diplomatik intensif" dengan pemerintah Gaddafi untuk menjamin pembebasan ketiga marinir itu. Ia belum bisa dimintai komentar mengenai gambar tersebut.

"Sangat penting bahwa tentara-tentara itu akan pulang dengan sehat. Itu berarti pada waktu yang sama bahwa apa saja yang dikatakan mengenai hal itu perlu dikekang," ujar Perdana Menteri Mark Rutt sebelumnya kepada media Belanda. Rutt menambahkan bahwa pemerintah telah melaksanakan misi evakuasi itu.

Kedua warga Eropa yang marinir-marinir itu usahakan untuk ditolong, termasuk satu warga Belanda, telah diserahkan ke kedutaan besar Belanda di Tripoli dan telah meninggalkan negara itu.

Beekema mengatakan tentara-tentara Belanda itu tidak minta izin untuk memasuki wilayah udara Libya, tapi menambahkan warga warga yang ditolong itu mengkhawatirkan situasi keamanan yang memburuk di Sirte, yang terletak 450 kilometer di timur Tripoli.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Identitas marinir-marinir itu tidak diungkapkan oleh pemerintah Belanda. Selain Belanda, sejumlah negara Eropa lainnya termasuk Inggris dan Prancis juga telah mengirim kapal untuk membantu evakuasi massa pengungsi dari Libya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.