Dunia Bingung Hadapi Libya

Kompas.com - 04/03/2011, 03:59 WIB
Editor

Kairo, Kamis - Komunitas dunia masih bingung menghadapi Libya. Liga Arab menolak keras intervensi militer asing di Libya walau sepakat soal pengenaan zona larangan terbang di Libya untuk mencegah Moammar Khadafy menggunakan pesawat tempur menyerang oposisi.

Namun, untuk mencapai satu keputusan, Liga Arab harus terlebih dahulu berkoordinasi dengan Uni Afrika, termasuk soal pengenaan larangan zona terbang, sebagaimana dikatakan Sekretaris Jenderal Liga Arab Amr Moussa, seperti dirilis Reuters, Kamis (3/3).

Pemberlakuan zona larangan terbang dianggap lebih bijak dibandingkan dengan intervensi militer. Liga Arab sudah membekukan keanggotaan Libya di bawah rezim Khadafy sebagai protes atas serangan terhadap massa yang tengah berjuang menggulingkan Khadafy.

Moussa mengungkapkan, sikap Liga Arab itu ditegaskan saat Barat sedang berdebat mengenai rencana darurat untuk menghadapi krisis di Libya. Sejumlah tokoh oposisi di Libya telah meminta Barat melakukan serangan udara.

Namun, Khadafy memperingatkan Barat untuk tidak melakukan intervensi militer. ”Jika hal itu terjadi, dunia akan menyaksikan banjir darah,” demikian ancaman Khadafy.

China menolak

Pemerintah China hari Kamis meminta dunia internasional menghormati integritas wilayah Libya. China mengatakan hal itu karena Dewan Keamanan (DK) PBB sudah mulai berpikir soal kemungkinan serangan terhadap Libya dan adanya rencana aksi militer Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

”Kita harus menghormati kedaulatan Libya,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Jiang Yu, di Beijing.

China dan Rusia menjadi penghalang utama serangan internasional dengan mandat DK PBB. Dua negara itu termasuk anggota inti DK PBB.

Pemerintah AS di bawah Presiden Barack Obama ingin mencegah kesalahan pendahulunya, George W Bush, yang menginvasi Irak tanpa mandat penuh dari DK PBB. Di depan Senat AS, Rabu, Menteri Luar Negeri Hillary Clinton memperingatkan bahwa intervensi AS akan menjadi ”hal yang akan diperdebatkan”.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.