Inilah Peta Sebaran Aset Libya di Dunia

Kompas.com - 03/03/2011, 10:22 WIB
EditorEgidius Patnistik

Eropa dan Inggris: Libya menempatkan sebagian besar uang tunai di Eropa dan Inggris, sebagian karena kedekatan geografis. Direktur eksekutif LIA juga mengatakan, negara itu memiliki preferensi untuk berinvestasi di Inggris karena "sistem pajak yang sederhana," demikian menurut kawat yang bocor ke WikiLeaks.

Di Italia, yang merupakan mantan penguasa kolonial Libya, LIA memiliki saham di korporasi-korporasi Italia seperti perusahaan minyak raksasa Eni, kontraktor pertahanan Finmeccanica, dan UniCredit, bank terbesar di Italia. LIA juga memiliki 7,5 persen saham di Juventus.

Di Inggris, LIA memiliki 3,3 persen saham di Pearson, pemilik Financial Times dan Penguin Publishing. Otorita itu  juga memiliki saham di beberapa perusahaan properti komersial Inggris. Tak hanya itu, Libya juga punya portofolio aset-aset yang terkait dengan minyak di Eropa melalui LIA, yang terdiri dari tiga kilang minyak dan sekitar 3.000 pompa bensin di seluruh benua itu, demikian menurut pidato Layas di London tahun 2008.

Sejak kekerasan meletus di Libya, Pearson membekukan saham dan dividen Libya sampai pemberitahuan lebih lanjut dan Juventus mengatakan pihaknya memantau perkembangan di negara Afrika Utara itu.

Afrika: Melalui puluhan bank investasi kecil yang tersebar di seluruh Afrika, Libya telah membeli saham puluhan perusahaan telekomunikasi dan infrastruktur kecil di Afrika, beberapa di antaranya berada di negara-negara yang tidak stabil seperti Uganda dan Zimbabwe. Investasi-investasi di Afrika memainkan dua peran, kata para analis. Pertama karena Afrika berjuang selama bertahun-tahun untuk mendapatkan investor, dan Libya telah menjadi sumber utama modal di benua itu. Kedua, investasi-investasi di Afrika telah membantu dalam menyokong citra Khadafy sebagai "bapak" Afrika.

"Khadafy memberikan dukungan di mana tidak ada (dukungan)," kata Michael Maduell, Presiden Sovereign Wealth Fund Institute.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Verifikasi akun KG Media ID
    Verifikasi akun KG Media ID

    Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

    Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.