Korsel Kirim Video Demo Timteng

Kompas.com - 03/03/2011, 03:31 WIB
Editor

Seoul, Rabu - Aktivis-aktivis Korea Selatan, Rabu (2/3), bertekad membombardir Korea Utara dengan sejumlah bahan propaganda, termasuk rekaman video demonstrasi di Timur Tengah. Mereka juga mendesak pemberontakan walau ada ancaman dari Pyongyang untuk membuka serangan sebagai pembalasan.

Friksi di antara kedua Korea meninggi menyusul latihan bersama tahunan Korsel-AS, Senin lalu. Korut menilai kegiatan itu adalah latihan untuk invasi yang bisa memicu terjadi perang nuklir. Militer Korut juga memperingatkan akan menyerang kota-kota di perbatasan kedua negara kalau Seoul mengizinkan para aktivis mengirim balon yang membawa selebaran mengkritik Pyongyang.

Korut, yang mengontrol ketat arus informasi di dalam negeri, menganggap selebaran itu sebuah serangan terhadap pemerintahnya. Mereka secara berkala mengecam Korsel karena mengizinkan para aktivis meluncurkannya.

Pejuang untuk Korea Utara Merdeka yang berbasis di Seoul kemarin mengatakan akan mengirim sekitar 220.000 selebaran propaganda, uang kertas 1 dollar AS, dan USB flash drive yang berisi video gelombang pemberontakan terhadap penguasa otoriter di Mesir, Libya, dan negara-negara Timur Tengah lainnya mulai Senin.

”Kami tidak mau mengalah kepada ancaman dan pemerasan Korut,” kata Park Sang-hak, pemimpin organisasi itu, kepada AP melalui telepon.

Sebagian besar warga biasa Korut tidak memiliki komputer pribadi di rumah mereka. Namun, Park yakin mereka masih bisa menggunakan komputer sekolah dan kantor untuk diam-diam menonton video itu.

Park mengatakan, selebaran itu akan mendesak warga Korut untuk memberontak melawan pemimpin mereka dan memperlihatkan berita-berita mengenai pelanggaran-pelanggaran hak asasi di Korut.

Park, yang membelot ke Korsel pada awal 2000, mengatakan, kelompoknya telah mengirim 3 juta selebaran propaganda ke arah utara setiap tahun sejak 2004. Satu-satunya hambatan yang bisa membatalkan rencana mereka hanyalah arah angin dan kondisi cuaca lainnya.

Pemerintah Korsel mengatakan tidak bisa mencegah propaganda itu dikirim dengan menyebut perlindungan kebebasan berbicara.

Sementara itu, sekelompok kecil aktivis antiperang turun ke jalan di Seoul, Rabu, menentang peluncuran propaganda itu dan latihan militer AS-Korsel.

Polisi Korsel ditempatkan dalam keadaan siaga terhadap kemungkinan serangan teror Korut sejak latihan militer bersama itu dimulai. Badan Kepolisian Nasional melaporkan, pasukan parakomando dan anjing polisi berpatroli di stasiun kereta bawah tanah, bandara, dan prasarana publik utama lainnya. Adapun kendaraan lapis baja dikerahkan di dekat gedung Kedutaan Besar AS di Seoul.

Kedua Korea—yang secara teknis masih dalam keadaan perang—tahun 2004 bersepakat mengakhiri puluhan tahun perang propaganda melintasi perbatasan mereka. Namun, aksi kapal selam Korut yang diduga menorpedo kapal perang Korsel, diikuti serangan artileri Korut terhadap Pulau Yeonpyeong milik Korsel, tahun lalu, membuat Seoul kembali melakukan propaganda siaran radio.

Militer Korsel juga telah melepaskan 3 juta selebaran dengan balon berisi berita mengenai protes-protes di Mesir dan Libya serta kebutuhan sehari-hari, seperti sabun, pakaian dalam, obat-obatan, dan radio, ke arah Korut sejak penyerangan ke pulau itu bulan November. Hal itu disampaikan anggota parlemen Korsel, Song Young-sun, pekan lalu, mengutip pejabat Kementerian Pertahanan. (AP/DI)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.