NATO Belum Sepakat Intervensi Libya

Kompas.com - 02/03/2011, 11:27 WIB
EditorEgidius Patnistik

WASHINGTON, KOMPAS.com — Para pejabat tinggi pertahanan AS, Selasa, mengatakan, negara-negara NATO belum sepakat menggelar intervensi militer ke Libya. Pihak AS juga menyatakan bahwa memaksakan penerapan zona larangan terbang di atas wilayah Libya akan menimbulkan kerumitan yang ”luar biasa”.

”Tidak ada kesatuan dalam NATO tentang penggunaan kekuatan bersenjata,” kata Menteri Pertahanan AS Robert Gates dalam konferensi pers bersama dengan pejabat tinggi militer AS, Laksamana Mike Mullen. Berbagai opsi yang telah dibicarakan di pers serta di tempat lain juga memiliki konsekuensi dan efek kedua dan ketiga sehingga opsi-opsi itu juga perlu dipertimbangkan secara sangat hati-hati.

Mullen, Ketua Gabungan Kepala Staf AS, mengatakan, semua opsi akan diteliti. Namun, ia juga menyatakan kecemasan tentang potensi zona larangan terbang di Libya. ”Ini merupakan operasi yang luar biasa kompleks untuk diatur,” kata Mullen.

Laksamana bintang empat itu setuju dengan sebuah penilaiannya yang telah disuarakan sebelumnya oleh Kepala Komando Sentral AS Jenderal James Mattis yang mengatakan bahwa penerapan zona larangan terbang akan memerlukan, pertama, pengeboman pertahanan radar dan rudal di Libya.

Gates menegaskan, ia telah menyetujui pengerahan sejumlah kapal perang, termasuk USS Kearsarge yang merupakan kapal tempur amfibi berlayar menuju Libya. Dikatakan, kapal USS Kearsarge akan segera melewati Terusan Suez dari Laut Merah.

Namun, dia mengatakan, adanya intervensi di luar misi bantuan kemanusiaan harus mempertimbangkan efek terhadap perang pimpinan AS di Afganistan serta kemungkinan munculnya persepsi bermusuhan di wilayah itu tentang aksi militer AS.

”Kami juga harus memikirkan penggunaan militer AS di negara lain di Timur Tengah,” kata Gates yang merupakan mantan analis dan Direktur Central Intelligence Agency (CIA).

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

    Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

    Internasional
    Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

    Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

    Internasional
    Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

    Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

    Internasional
    Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

    Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

    Internasional
    Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

    Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

    Internasional
    Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

    Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

    Internasional
    Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

    Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

    Internasional
    Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

    Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

    Internasional
    [KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

    [KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

    Internasional
    Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

    Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

    Internasional
    Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

    Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

    Internasional
    Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

    Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

    Internasional
    Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

    Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

    Internasional
    Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

    Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

    Internasional
    Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

    Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

    Internasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X