Fregat Kanada Juga Menuju Libya

Kompas.com - 02/03/2011, 10:21 WIB
EditorEgidius Patnistik

OTTAWA, KOMPAS.com - Sebuah fregat angkatan laut Kanada, Selasa, bersiap untuk berlayar ke pantai Libya. Kapal itu dikatakan akan membantu proses evakuasi warga asing dari negara Afrika Utara yang kacau tersebut, kata Perdana Menteri Kanada Stephen Harper.

"Mengingat masalah dan kekhawatiran yang sedang berlangsung di kawasan itu, kapal Charlottetown HMCS akan meninggalkan Halifax besok (Rabu) untuk ambil bagian dalam operasi evakuasi Kanada dan internasional yang sudah berlangsung di Libya," kata Harper kepada parlemen.

Fregat patroli sepanjang 134 meter itu punya 225 tentara dan sebuah helikopter Sea King di deknya. Kapal tersebut pada awal pekan depan diperkirakan akan bertemu dengan kapal AS, USS Kearsarge, sebuah kapal serbu amfibi yang didampingi dua kapal lainnya. Menurut para pejabat AS, armada tiga kapal itu telah melewati Terusan Suez dari arah Laut Merah.

Sebelumnya, media Kanada melaporkan, pasukan khusus Kanada "bersiaga" untuk ditempatkan di Libya dan sebuah pesawat angkut militer Kanada berpaling dari Tripoli pada Selasa pagi. Kedua misi itu dilaporkan bertujuan untuk membantu proses evakuasi.

Menteri Pertahanan Kadana, Peter MacKay, mengatakan kepada wartawan bahwa pesawat militer Kanada ditolak untuk mendarat di bandara Tripoli karena "tidak ada cukup ruang yang tersedia di bandara tersebut pada waktu itu". "Pesawat itu dalam penerbangan," katanya. Karena tidak bisa mendarat, "Pesat itu  pun kembali."

Pemerintah Kanada tidak memberikan konfirmasi tentang operasi pasukan khusus itu. "Demi alasan keamanan nasional dan untuk menjamin keselamatan mereka, Angkatan Bersenjata Kanada tidak mendiskusikan operasi yang dilakukan pasukan khususnya," kata juru bicara militer Kanada, Jenna Alexander.

Senin, Kanada juga mengirimkan tim pengintai berjumlah 13 anggota militer dan petugas medis ke Malta bersama dengan sebuah jet kargo C-130J dan dua pesawat angkut C-17 untuk membantu evakuasi warga negara asing dari Libya, dan kemungkinan upaya bantuan kemanusiaan pada masa depan.

Menurut kantor perdana menteri Kanada, sebanyak 289 warga negara itu sejauh ini telah mengungsi dari Libya melalui udara dan laut. MacKay mengatakan, masih ada 200 orang lebih yang ingin meninggalkan Libya.

Sementara itu, seorang pejabat senior pemerintah mengatakan kepada AFP, Kanada telah membekukan 2,4 juta dollar AS kekayaan Moammar Khady dan keluarga.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

    Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

    Internasional
    Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

    Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

    Internasional
    Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

    Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

    Internasional
    Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

    Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

    Internasional
    Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

    Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

    Internasional
    Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

    Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

    Internasional
    Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

    Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

    Internasional
    Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

    Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

    Internasional
    [KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

    [KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

    Internasional
    Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

    Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

    Internasional
    Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

    Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

    Internasional
    Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

    Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

    Internasional
    Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

    Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

    Internasional
    Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

    Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

    Internasional
    Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

    Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

    Internasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X