PT KAI, Mengapa Harus Kami?

Kompas.com - 02/03/2011, 09:26 WIB
EditorHertanto Soebijoto

JAKARTA, KOMPAS.com - Terjadinya kebakaran tempat usaha di bawah jalan layang KA di dekat Stasiun Jayakarta dinilai menjadi pemicu utama PT KAI mengeluarkan rencana sterilisasi bangunan liar di bawah jalan layang KA. PT KAI juga mempertimbangkan keberadaan permukiman liar dan tempat usaha yang kumuh di sana.

"Masalah kebakaran di ruko di bawah jalan layang KA dekat Stasiun Jayakarta diakui merusak infrastruktur kereta api sehingga akan mengganggu keselamatan operasional KA," kata Zulkifli, Ketua Forum Komunikasi Masyarakat di bawah Jembatan Layang (FKM-JL), Selasa (2/3/2011) di Jakarta.

FKM-JL menyatakan tiga hal terkait persoalan bangunan liar di area tersebut. "Pertama, kami mengakui lahan ini (di bawah jalan layang KA) adalah lahan negara sehingga kami tidak akan menguasai tanah ini," kata pria yang biasa dipanggil Pak Zul itu.

Kedua, kalau terjadi kebakaran, kami mengakui akan merusak infrastruktur dan mengganggu operasional KA. Ketiga, kami mengucapkan terima kasih kepada negara yang telah memberikan 12 tahun bagi masyarakat untuk menempati lahan negara.

Meski begitu, Zul menyayangkan pertimbangan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan soal rencana sterilisasi bangunan liar di bawah jalan layang KA.

"Disebutkan, salah satu pertimbangan rencana itu adalah mengurangi potret kemiskinan yang selalu berada di pinggir rel KA. Saya melihat, kemiskinan di sana hanya satu persen dari total kemiskinan di Jakarta. Mengapa harus kami? Mohon dipikirkan dampak sosialnya, terutama pendidikan anak-anak kami," ujar Zul.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X