Mundur, 2 Menteri Bekas Tokoh Oposisi

Kompas.com - 02/03/2011, 01:59 WIB
Editoryuli

TUNIS, KOMPAS.com — Tiga menteri Tunisia mengundurkan diri, Selasa (1/3/2011), meninggalkan pemerintah sementara setelah Presiden Zine El Abidine Ben Ali digulingkan, Januari lalu.

Pengunduran diri baru itu berarti bahwa dalam kurun waktu 72 jam, perdana menteri dan lima menteri sekarang telah mengundurkan diri. Ini krisis politik terburuk di Tunisia sejak Zine El Abidine Ben Ali dijatuhkan.

Satu sumber yang dekat dengan pemerintah mengatakan, Perdana Menteri baru, Beji Caid Sebsi, pekan ini akan mengumumkan pembentukan dewan perwakilan yang tugasnya menyusun kembali konstitusi sebelum pemilihan umum.

Pengunduran diri para menteri dan langkah pembaruan dapat meringankan tekanan pada pemerintah, tetapi tidak jelas apakah itu akan cukup bagi pemerintah sementara untuk selamat.

Para menteri yang mengundurkan diri pada Selasa itu termasuk Menteri Pembangunan Daerah Ahmed Nejib Chebbi dan Menteri Pendidikan Tinggi Ahmed Ibrahim.

Keduanya adalah tokoh oposisi yang masuk ke pemerintahan setelah Ben Ali terguling. Menteri ketiga yang mundur adalah Elyes Jouini. Ia memegang Kementerian Pembaruan Ekonomi.

Tunisia berjuang memulihkan stabilitas sejak Ben Ali, yang telah berkuasa selama 23 tahun, melarikan diri ke Arab Saudi pada Januari lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Revolusi itu memberikan inspirasi pada pergolakan di bagian lain dunia Arab, yang juga sudah menjatuhkan Presiden Hosni Mubarak di Mesir dan kini menekan pemimpin Libya, Moammar Khadafy, untuk turun setelah 40 tahun lebih berkuasa.

Namun di sisi lain, kekerasan dan demonstrasi besar masih melanda Tunisia pasca-Ben Ali, yang menambah tekanan terhadap pemerintah sementara negara itu.

Pemerintah Tunisia juga mengumumkan telah mengizinkan gerakan politik Islam, Ennahda, untuk membentuk partai politik. Hal ini disampaikan kantor berita resmi, TAP, Selasa.

Tindakan itu akan memungkinkan Ennahda, gerakan Islam moderat yang telah dilarang selama dua dasawarsa pada masa pemerintahan Ben Ali, untuk berpartisipasi dalam pemilihan yang akan datang. Di sisi lain, ini diharapkan dapat membantu meningkatkan citra pemerintah sementara di mata rakyatnya.

Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.