Sahabat Munir Desak Kejaksaan Agung

Kompas.com - 01/03/2011, 19:02 WIB
EditorTri Wahono

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekumpulan massa yang menamakan diri Sahabat Munir, mendatangi Kejaksaan Agung, Selasa (1/3/2011) sore tadi. Massa yang berjumlah kurang lebih 20 orang itu melakukan konvoi motor dari kantor Kontras di daerah Menteng, Jakarta Pusat. Mereka membawa bendera putih bergambar aktivis HAM, Munir berwarna merah.

Para aktivis Sahabat Munir ini menuntut Kejaksaan Agung tidak berlama-lama lagi mengusut kasus Munir yang selama ini dianggap berlarut-larut. Mereka melakukan aksi ini setelah Mahkamah Agung memutuskan PT Garuda Indonesia bersalah atas gugatan istri Munir, Suciwati di tingkatan kasasi pada 17 Februari lalu.

Putusan itu ditetapkan bahwa PT Garuda Indonesia sengaja melakukan kelalaian besar sehingga mengakibatkan kematian Munir. Selain itu juga massa menuntut Peninjauan Kembali (PK) kasus Munir dalam perkara mantan Deputi V BIN Bidang Penggalangan dan Propaganda, Muchdi Pr dengan menggunakan barang bukti (novum) rekaman pembicaraan Muchdi dan Pollycarpus serta hasil putusan kasasi tersebut.

Aksi konvoi dan unjuk rasa ini hanya dijaga oleh kurang lebih 10 anggota kepolisian. "Kami menuntut agar Kejaksaan Agung tidak berlarut-larut mengurus kasus Munir. Melalui putusan kasasi itu, harusnya Kejaksaan Agung tidak menunggu lama, dengan menjadikan putusan kasasi itu sebagai novum dalam perkara Muchdi Pr," seru koordinator unjuk rasa Rizky, di depan gerbang Kejaksaan Agung, Selasa (1/3/2011).

Para pengunjuk rasa ini juga membunyikan klakson mereka bersahut-sahutan di depan Kejaksaan Agung kurang lebih 6 menit. Mereka menuntut Kejagung membentuk tim Penuntut Umum yang kredibel dan profesional dalam perkara meninggalnya Munir. Aksi unjuk rasa dan konvoi ini akan dilanjutkan sampai ke Istana Negara. Rizky, menyatakan mereka mengajak siapa saja untuk ikut dalam konvoi itu untuk mengangkat keadilan untuk Munir.

Dalam kasus Munir ini, sejumlah pihak menjadi terdakwa salah satunya, mantan Deputi V Badan Intelijen Negara (BIN) Mayor Jenderal Purnawirawan Muchdi Pr. Pada persidangan Desember 2008 lalu, Muchdi diputus bebas oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dia dinyatakan tidak bersalah dalam kasus dugaan pembunuhan berencana Munir. Atas putusan tersebut, pada 2009 Kejaksaan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung.

Namun permohonan kasasi kejaksaan ditolak. Muchdi tetap divonis bebas. Sehingga, para sahabat Munir tersebut, berharap putusan kasasi pada PT Garuda Indonesia yang dianggap lalai membiarkan Pollycarpus ke Singapura berdasarkan surat sakti dari BIN, bisa menjadi salah satu bukti untuk PK kasus Munir terhadap keterlibatan Muchdi Pr.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X