Evakuasi WNI Lewat Tunisia

Kompas.com - 26/02/2011, 03:37 WIB
Editor

JAKARTA, KOMPAS - Pemerintah memastikan secepatnya mengevakuasi warga negara Indonesia keluar dari Libya untuk kemudian ditampung sementara di Tunisia, sebelum dilakukan langkah berikutnya. Saat ini tercatat sedikitnya 870 WNI berada di negeri bergolak tersebut.

Hal itu diungkapkan Ketua Satuan Tugas Pemulangan Warga Negara Indonesia (WNI) Hassan Wirajuda dan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Michael Tene di tempat terpisah di Jakarta, Jumat (25/2).

”Mereka akan ditampung di Tunisia selama lebih kurang 2-3 minggu. Jika kondisi di Libya membaik, WNI itu akan segera dikembalikan ke Libya. Namun, jika situasi semakin tidak menentu, mereka akan dievakuasi ke Jakarta,” ungkap Hassan.

Proses evakuasi tahap pertama, menurut Michael Tene dalam jumpa pers di Kemlu RI di Pejambon, Jumat, akan dilakukan dengan menggunakan pesawat TunisAir berkapasitas sekitar 260 kursi (seat) yang akan tiba dan diterbangkan dari Libya pada Jumat sekitar pukul 18.30 waktu setempat.

Michael memastikan, perkembangan terakhir tidak ditemukan WNI yang menjadi korban dalam kekacauan di negara tersebut.

”Pemerintah memutuskan secepatnya mengevakuasi para WNI. Pada evakuasi tahap pertama itu, sebanyak 201 orang adalah karyawan PT Wika. Mereka akan diterbangkan ke Tunisia dan baru dari sana dibawa kembali ke Tanah Air,” ujar Michael.

Menurut Michael, dari masukan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di sana, kondisi Libya masih sangat dinamis dan bisa berubah sewaktu-waktu, terutama di Benghazi. Akan tetapi, situasi di ibu kota negara, Tripoli, relatif lebih stabil walau masih kerap terdengar suara tembakan.

”Semua pilihan cara evakuasi sudah kami evaluasi. Akhirnya diputuskan upaya penyelamatan melalui Tunisia karena dirasa pilihan itulah yang tepat,” ujar Michael.

Terkait kemungkinan adanya WNI di Libya yang tidak tercatat secara formal, Michael meminta semua pihak ikut membantu memberi informasi seakurat mungkin terkait keberadaan mereka.

Minimnya informasi justru akan mempersulit proses evakuasi apalagi mengingat situasi yang cepat berubah di sana ditambah minimnya jumlah personel KBRI yang saat ini berada di Libya.

Seperti diwartakan, Kementerian Luar Negeri akan mengirim tambahan tenaga untuk membantu pihak KBRI yang hanya terdiri atas empat staf termasuk duta besarnya.

Pertimbangan praktis

Hassan Wirajuda lebih jauh menyatakan, pemerintah mengevakuasi WNI ke Tunisia dengan pertimbangan jarak dari ibu kota Libya, Tripoli, yang lebih dekat serta biaya carter pesawat yang lebih ekonomis. Selain itu, Tunisia, yang beberapa waktu lalu juga dilanda krisis politik, saat ini telah pulih dan sangat dimungkinkan untuk dijadikan tempat transit.

”Lebih dari itu, Tunisia sangat kooperatif karena mereka melihat ini masalah kemanusiaan. Kebetulan Menteri Luar Negeri Tunisia yang baru merupakan mantan Duta Besar Tunisia di Indonesia. Kemudahan yang diberikan tidak hanya membolehkan mengangkut sekian banyak WNI ke Tunisia tanpa visa, tetapi juga dipermudah saat transit di Tunisia,” kata Hassan.

Tercatat sejumlah 870 WNI di Tunisia itu, di antaranya, terdiri atas karyawan PT Wika (Persero) sebanyak 201 orang, mahasiswa 150 orang, TKI 60 orang, selebihnya pekerja di perusahaan asing yang bergerak di bidang energi. Khusus untuk 201 karyawan Wika, pihak perusahaan telah menyiapkan pesawat carter TunisAir untuk mengangkut mereka dari Tripoli ke Tunisia. Setelah transit selama tiga hari di sana, karyawan Wika itu akan dipulangkan ke Tanah Air dan tiba pada Selasa mendatang.

Sama seperti yang dilakukan satuan tugas dalam penanganan WNI di Mesir, mahasiswa Indonesia yang dievakuasi ke Tunisia akan mendapat beasiswa selama tiga bulan. Namun, pemerintah belum memastikan besaran beasiswa yang diberikan. Di samping itu, pesawat TunisAir yang diberangkatkan dari Tunisia ke Tripoli juga akan membawa cadangan bahan makanan untuk memasok KBRI di Tripoli.

Wakil Ketua Satgas Pemulangan WNI Marsekal Madya Sukirno menyatakan, sangat dimungkinkan WNI yang dievakuasi ke Tunisia itu akan dipulangkan ke Tanah Air jika krisis di Libya berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan Pemerintah RI. ”Kami terus memantau perkembangan situasi di sana untuk selanjutnya diambil tindakan yang tepat,” katanya.

Ia menambahkan, untuk penanganan WNI yang dievakuasi, sejumlah empat staf Kementerian Luar Negeri diberangkatkan ke Tunisia, Jumat malam.

(why/dwa)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X