Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tikus dan Belalang Serang Petani

Kompas.com - 24/02/2011, 17:50 WIB

BENGKULU, KOMPAS.com - Warga dua desa dalam Kecamatan Nasal, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu mengeluhkan serangan hama tikus dan belalang, sehingga puluhan hektar tanaman padi mereka terancam gagal panen.

"Tikus dan belalang itu menyerang tanaman padi warga dalam dua desa yaitu Desa Kulik Besak dan Ulak Pandan itu sejak sepekan terakhir," kata Haira, warga Desa Ulak Pandan, Kamis (24/2/2011).

Sekarang kondisi tanaman padi warga itu mulai menguning dan rusak dimakan tikus, setiap malam kerusakan tanaman padi itu terus bertambah akibat serangan tikus.

Untuk mengusir belalang-belalang tersebut, warga melakukan penyemportan tiga hari sekali, sehingga biaya perawatan padi makin membengkak hal itu tidak juga berhasil.

Tanaman padi yang tengah berbuah itu sekarang kondisinya cukup memprihatinkan, walalu hama tikus setiap hari dilakukan pemburuan namun tetap saja tidak habis.

Warga berburu secara tradisonal dengan membuat bubu dan melakukan pengasapan terhadap lubang tikus disekitar areal persawahan, hewan melata itu populasinya tetap saja masih banyak.

Petani tidak mampu membeli racun hama tikus karena harganya cukup mahal yaitu Rp 60 ribu per liter dalam sekali pakai, kalau dalam satu bulan berhasil menyemprotkan sepuluh kali biaya dikeluarkan sudah Rp 600 ribu.

"Kami berharap dinas terkait turun ke lapangan dan memberikan bantuan racun serta upaya penanggulnagan lainnya," katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Perternakan Kabupaten Kaur, Buyung Wiyadi ketika dihubungi mengaku belum mendapatkan laporan dari petani tersebut.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com