Italia Khawatir Serbuan Imigran Libya

Kompas.com - 23/02/2011, 08:20 WIB
EditorEgidius Patnistik

ROMA, KOMPAS.com — Italia cemas dengan masuknya 300.000 imigran dari Libya di tengah kekacauan di negara Afrika utara itu, lapor kantor berita ANSA, Selasa (22/2/2011). Masuknya sekitar 200.000 hingga 300.000 imigran itu termasuk skenario yang dibahas dalam rapat kabinet yang dipimpin Perdana Menteri Silvio Berlusconi, kata ANSA.

Rapat tersebut terjadi setelah Italia menyiagakan pangkalan udaranya dan mengirim sejumlah helikopter militer tambahan ke selatan negara itu. Sebuah sumber pemerintah mengatakan kepada AFP bahwa pertemuan kabinet pada hari Selasa itu juga "memperingatkan tentang risiko bahwa situasi bisa memburuk dengan konsekuensi serius bagi stabilitas politik dan integritas teritorial."

Selama ini Libya telah menutup arus imigrasi ilegal melalui Laut Tengah ke Italia setelah menandatangani perjanjian persahabatan dengan mantan penguasa kolonialnya itu pada tahun 2008, yang kemudian memfasilitasi investasi besar-besaran antara kedua negara.

Dua orang kolonel Libya mendarat dengan jet tempur mereka di Pulau Malta di Laut Tengah, Senin. Kedua orang itu mengatakan, mereka menolak perintah untuk membom para pengunjuk rasa.

Menteri Pertahanan Italia, Ignazio La Russa, sebelumnya, mengatakan, pertemuan itu akan membahas kemungkinan penggunaan angkatan bersenjata Italia dalam menangani arus migrasi yang diperkirakan akan terjadi itu.  La Russa mengatakan, Italia juga akan menggelar sebuah kapal perusak angkatan laut.

Sementara itu, Berlusconi berbicara melalui telepon dengan pemimpin Libya, Moamar Khadafy, Selasa, kata kantor pemimpin Italia itu dalam sebuah pernyataan. Berlusconi mendesak Khadafy untuk menempuh solusi damai dalam menangani protes warga yang terus meningkat.

Pemerintah Italia, Selasa, juga siap untuk mengevakuasi ratusan warganya dari bekas negara jajahannya itu. Sebuah penerbangan khusus dengan maskapai penerbangan Alitalia lepas landas menuju Tripoli dan sebuah pesawat angkut militer C-130 diperkirakan berangkat ke Libya pada hari yang sama untuk mengevakuasi beberapa dari 1.500 warga Italia di negara itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Italia juga mengatakan sedang menyiapkan cadangan gas alam jika terjadi gangguan pasokan dari Libya, yang menyumbang 13 persen dari impor gas Italia. "Jika kami menghadapi skenario gangguan pasokan, komite keamanan bagi pasokan gas telah disiagakan dan cadangan normal dan tambahan akan digunakan," kata Stefano Saglia, menteri muda energi Italia. "Karena itu, seharusnya tidak ada masalah. Secara historis bahkan di saat terberat, pemimpin Libya, Khadafy, tidak pernah menggangu  pasokan, " kata Saglia.

Italia merupakan mitra dagang terbesar Libya, dan kekerasan itu telah memaksa beberapa perusahaan Italia untuk mengevakuasi karyawan ekspatriat mereka.

Baca tentang


    25th

    Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X