Khadafy Dituding Membantai

Kompas.com - 23/02/2011, 02:33 WIB
Editor

”Rezim Khadafy adalah sampah sejarah karena ia mengkhianati bangsa dan rakyatnya,” kata Houni dalam sebuah pernyataan. Ia menuntut Khadafy, komandan dan ajudannya diadili karena melakukan ”pembunuhan massal”.

Mereka mengundurkan diri sebagai protes atas kekerasan militer di negaranya. Kata Essawi, pesawat militer digunakan untuk mengebom dan menembak warga di Tripoli dan Benghazi. Elimam mundur karena anggota keluarganya tewas ditembak. ”Saya menyerukan kepada lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB, sekarang saatnya untuk bersikap adil dan jujur melindungi warga Libya,” kata Essawi di New Delhi. ”Jatuhnya Khadafy adalah keharusan bagi orang-orang di jalan-jalan (di Libya) itu,” katanya lagi.

Khadafy tampaknya telah kehilangan dukungan dari setidaknya satu kelompok besar diplomat, beberapa unit militer dan duta besar sendiri, termasuk duta besar Libya di Washington, Ali Adjali. Wakil Duta Besar Libya untuk PBB Ibrahim Dabbashi menuduh Khadafy yang telah memerintah lebih dari 41 tahun itu sudah melakukan genosida terhadap rakyatnya sendiri.

Diplomat atau staf kedutaan Libya di Malaysia, Jepang, dan Australia juga memutuskan hubungan dengan rezim Khadafy. Mereka mengecam kekerasan yang mematikan rakyat sipil.

Beberapa pejabat di dalam negeri juga mengundurkan diri. Salah satunya adalah Menteri Kehakiman Libya Mustafa Abdel-Jalil sebagai protesnya terhadap kekerasan militer yang telah ”menggunakan kekuatan berlebihan” dalam menghadapi para demonstran tidak bersenjata.

Mengecam

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon kepada wartawan di Beverly Hills, California, mengatakan telah terjadi penindasan di Libya. Melalui juru bicaranya, Ban mengatakan, terjadi ”pelanggaran serius hukum kemanusiaan internasional” oleh Khadafy.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menlu AS Hillary Clinton meminta Khadafy ”menghentikan aksi pertumpahan darah yang tidak bisa diterima” dan dunia sedang menonton kekerasan Libya ”dengan peringatan”. Perdana Menteri Inggris David Cameron, saat berada di Kairo, menyebut kekerasan rezim Khadafy ”mengerikan”.

Komunitas internasional terus saja mengecam kekerasan militer terhadap rakyat sipil Libya. Tidak hanya mengecam, mereka juga telah melakukan evakuasi, dan ada juga yang bersiap-siap mengevakuasi warganya dari Libya.

Ulama berpengaruh Libya, Yusuf al-Qaradawi, mengeluarkan fatwa, setiap prajurit Libya yang bisa menembak mati Khadafy telah ”membersihkan Libya dari dia”. Sedangkan seorang akademisi, pakar Libya, mengatakan, dia yakin rezim Khadafy akan runtuh. ”Tidak seperti jatuhnya rezim di Tunisia dan Mesir, ini akan runtuh melalui perang saudara,” kata Lisa Anderson, Rektor Universitas Amerika di Kairo.

(AP/AFP/RERUTERS/CAL)

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.