Suciwati Menang di MA

Kompas.com - 19/02/2011, 05:07 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Suciwati, istri almarhum aktivis hak asasi manusia Munir, kembali menang melawan Garuda Indonesia. Melalui putusan kasasi, Mahkamah Agung memerintahkan PT Garuda Indonesia dan Pantun Matondang membayar ganti rugi atas kematian Munir di atas pesawat Garuda.

Pantun Matondang adalah pilot Garuda Indonesia rute Jakarta-Amsterdam yang ditumpangi Munir pada 6 September 2004.

”Kami sudah terima relaas putusan MA yang dikirim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (17/2),” kata Choirul Anam, Ketua Komite Aksi Solidaritas Untuk Munir yang juga kuasa hukum Suciwati, Jumat.

Menurut Choirul, MA menyatakan, pihak Garuda dan Pantun Matondang telah melakukan perbuatan melawan hukum dan dijatuhi hukuman membayar kerugian imaterial dan material.

Vice President Corporate Communication PT Garuda Indonesia Tbk Pudjobroto mengatakan, sampai Jumat, manajemen Garuda belum menerima salinan keputusan dari MA. ”Mengingat belum diterimanya salinan tersebut, Garuda belum dapat memberikan pendapat dan tanggapan,” kata Pudjobroto.

Namun, kuasa hukum PT Garuda Indonesia, Wirawan Adnan, mengaku sudah mendengar mengenai putusan tersebut, termasuk perintah pembayaran ganti rugi sebesar Rp 3,4 miliar. Pihaknya akan melawan putusan itu dengan mengajukan peninjauan kembali.

Berdasarkan informasi, yang harus dibayarkan PT Garuda Indonesia dan Pantun Matondang secara tanggung renteng adalah Rp 3,4 miliar untuk kerugian material dan Rp 40 juta untuk kerugian imaterial.

Choirul menyatakan, pihaknya sudah mengirimkan surat kepada MA untuk meminta salinan putusan yang telah dijatuhkan MA pada 28 Januari 2011 oleh majelis kasasi yang diketuai Abbas Said. Namun, merujuk pada putusan pengadilan sebelumnya, Garuda dinyatakan melanggar Konvensi Warsawa dan konvensi internasional lain. Pasalnya, Garuda, selaku penerbangan sipil, seharusnya tidak boleh digunakan untuk kepentingan nonsipil, seperti operasi intelijen.

Namun, hal tersebut dibantah Wirawan. Menurut dia, putusan MA lebih didasarkan pada pertimbangan politis dan tenggang rasa kepada aktivis HAM. ”MA tidak melihat argumentasi hukum dan dasar hukum yang sudah jadi konvensi penerbangan di seluruh dunia. Penumpang bisa menuntut ganti rugi apabila kerugian tersebut ada hubungannya dengan pengoperasian pesawat atau naik-turunnya pesawat,” katanya.

Pada 2006, Suciwati menggugat, antara lain, pihak manajemen Garuda. Terkait dengan kematian Munir, sejumlah pegawai Garuda dijatuhi hukuman, seperti pilot Garuda, Pollycarpus Budihari Priyanto, yang dihukum 20 tahun penjara. (ANA/RYO)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X