Nasib Drama Mesir Setelah Jumat Ini

Kompas.com - 11/02/2011, 12:35 WIB
EditorEgidius Patnistik

KAIRO, KOMPAS.com - Setelah seharian penuh gejolak spekulasi, rakyat Mesir Kamis (10/2/2011) malam akhirnya tetap kecewa dan marah. Presiden Hosni Mubarak masih bercokol sebagai penguasa negeri itu. "Jadi saya pikir, saya akan mendelegasikan wewenang kepada wakil presiden, berdasarkan konstitusi, ketentuan konstitusi," kata Mubarak dalam pidato yang disiarkan nasional, Kamis malam waktu setempat atau Jumat dini hari (WIB).

Wakil presiden itu adalah mantan kepala intelijen, Omar Suleiman, yang belum lama ditunjuk oleh Mubarak sebagai reaksi awal terhadap protes massa atas dirinya. Konstitusi Mesir memang memungkinkan presiden untuk mendelegasikan kekuasaan kepada wakil presiden, sebuah ketentuan yang semula dicantumkan dalam konstitusi dalam hal presiden berhalangan sementara. Namun konstitusi menyisakan tiga kekuasaan khusus bagi presiden, yang tidak dapat didelegasikan kepada wakil presiden. Tiga kekuasaan itu adalah hak untuk memberhentikan parlemen, hak untuk meminta perubahan konstitusional, dan untuk mengubah struktur pemerintah.

Duta besar Mesir untuk Amerika Serikat, Sameh Shoukry, mengatakan, meski Mubarak berdasarkan hukum masih presiden, Suleiman sekarang menjadi "presiden secara de facto."

Suleiman telah memulai negosiasi dengan beberapa oposisi Mesir, dan Mubarak, sebagaimana diberitakan CNN, mengatakan, ia sudah meminta untuk modifikasi lima pasal konstitusi, yaitu pasal 76, 77, 88, 93 dan 198, dan mencabut pasal yang ke enam, yaitu pasal 179. Pasal 76 dan 77 berhubungan dengan cara pemilihan presiden. Pasal 76 menetapkan standar bagi kualifikasi partai, sementara pasal 77 mengatur masa jabatan presiden selama 6 tahun tanpa ada batasan bagi pemilihan ulang. Pasal 88 dan 93 berhubungan dengan bagaimana anggota parlemen akan dipilih. Pasal 88 mengharuskan hakim untuk mengawasi pemilu.

Perubahan tersebut, jika diterapkan, akan menjawab tuntutan, yaitu membuka pemilu Mesir bagi para kandidat oposisi dan melepaskan cengkeraman partai Mubarak pada kekuasaan.

Pasal 179, yang Mubarak usulkan untuk dibatalkan, memungkinkan presiden untuk mengirim orang yang dicurigai terlibat dalam terorisme ke pengadilan militer.

Mubarak dan Suleiman berjanji untuk melanjutkan pekerjaan tersebut. Namun pertanyaan nyata sekarang tentang apa yang terjadi selanjutnya di Mesir hanya dapat dijawab oleh "gerakan pemuda", yang telah melancarkan aksinya dua pekan lalu,  dan respon pihak militer.

Setelah pidato Mubarak, para pengunjuk rasa yang marah meningkatkan tuntutan mereka bahwa ia harus mengundurkan diri. Kelompok-kelompok demonstran memisahkan diri dari Tahrir Square, beberapa menuju ke istana presiden dan yang lain menuju stasiun televisi negara, yang keduanya dijaga ketat militer. Sejumlah pengunjuk rasa lainnya bertahan di alun-alun, di sana mereka menunjukkan pembangkangannya dengan berbaring di jalanan dan trotoar. Banyak dari mereka mengatakan, bermalam di alun-alun itu merupakan yang pertama kalinya bagi mereka, meskipun Suleiman meminta mereka pulang ke rumah.

Setelah salat subuh Jumat ini, diperkirakan lebih banyak pengunjuk rasa yang akan tiba dan bisa menjadi demonstrasi terbesar yang belum pernah ada. Apa yang akan terjadi kemudian, masih menjadi teka-teki.

Sejumlah demonstran mengatakan, mereka takut akan "pertumpahan darah". Pemimpin oposisi Mesir Mohamed ElBaradei, seusia mendengar pidato Mubarak mengatakan, Mesir akan "meledak".

Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Media Internasional Ulas Jokowi yang Tunjuk Saingan Beratnya Prabowo Subianto sebagai Menhan

    Media Internasional Ulas Jokowi yang Tunjuk Saingan Beratnya Prabowo Subianto sebagai Menhan

    Internasional
    [POPULER INTERNASIONAL] Video Rudal S-400 Rusia Hancurkan Target | Kaisar Naruhito Lengkapi Ritual Penobatan

    [POPULER INTERNASIONAL] Video Rudal S-400 Rusia Hancurkan Target | Kaisar Naruhito Lengkapi Ritual Penobatan

    Internasional
    Pria Marah Ini Pukul dan Tendang Bus yang Meninggalkannya

    Pria Marah Ini Pukul dan Tendang Bus yang Meninggalkannya

    Internasional
    Pangeran Harry Mengaku Kerap Tak Sejalan dengan Pangeran William

    Pangeran Harry Mengaku Kerap Tak Sejalan dengan Pangeran William

    Internasional
    Bekerja sebagai PSK, Wanita di India Dibunuh Menantu yang Juga Kekasihnya

    Bekerja sebagai PSK, Wanita di India Dibunuh Menantu yang Juga Kekasihnya

    Internasional
    TikTok Hapus Video Propaganda ISIS

    TikTok Hapus Video Propaganda ISIS

    Internasional
    Rusia Rilis Video Sistem Rudal S-400 Sedang Beraksi Menghancurkan Target

    Rusia Rilis Video Sistem Rudal S-400 Sedang Beraksi Menghancurkan Target

    Internasional
    Sedang Bermain Pokemon Go, Gadis Ini Tewas Ditembak di Kepala

    Sedang Bermain Pokemon Go, Gadis Ini Tewas Ditembak di Kepala

    Internasional
    AS Kerahkan Satu Batalion Pasukan dan Puluhan Tank ke Lithuania

    AS Kerahkan Satu Batalion Pasukan dan Puluhan Tank ke Lithuania

    Internasional
    Viral Demonstran Lebanon Bernyanyi 'Baby Shark' kepada Bayi, Bagaimana Ceritanya?

    Viral Demonstran Lebanon Bernyanyi "Baby Shark" kepada Bayi, Bagaimana Ceritanya?

    Internasional
    Warga Kurdi Suriah Lempari Kendaraan Militer AS dengan Batu dan Tomat Busuk

    Warga Kurdi Suriah Lempari Kendaraan Militer AS dengan Batu dan Tomat Busuk

    Internasional
    Menderita 'Sakit Tak Tertahankan', Duterte Persingkat Kunjungan ke Jepang

    Menderita "Sakit Tak Tertahankan", Duterte Persingkat Kunjungan ke Jepang

    Internasional
    PM Kanada Justin Trudeau Kembali Terpilih dalam Pemilu Meski Menang Tipis

    PM Kanada Justin Trudeau Kembali Terpilih dalam Pemilu Meski Menang Tipis

    Internasional
    Penyandang Disabilitas Ini Diminta 'Lepaskan Celana' oleh Petugas Bandara India

    Penyandang Disabilitas Ini Diminta "Lepaskan Celana" oleh Petugas Bandara India

    Internasional
    Trump 'Siap' Kerahkan Militer Lawan Turki demi Melindungi Kurdi Suriah

    Trump "Siap" Kerahkan Militer Lawan Turki demi Melindungi Kurdi Suriah

    Internasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X