Mahasiswa: Kapan Kami Dievakuasi?

Kompas.com - 11/02/2011, 11:03 WIB
EditorA. Wisnubrata

KAIRO, KOMPAS.com — Mahasiswa Indonesia di Mesir mengeluhkan  keselamatan mereka saat bertemu Ketua Satuan Tugas Evakuasi Warga Negara Indonesia di Mesir Hassan Wirajuda, Kamis (10/2/2011) petang di Kairo.

"Semua mahasiswa yang belum dievakuasi ini sangat cemas atas keselamatan mereka. Oleh karena itu, kami ingin kepastian apakah masih ada pesawat evakuasi setelah kloter keenam ini?" kata Ketua Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia Falahuddin Nursalim. Menjawab pertanyaan itu, Hassan Wirajuda mengatakan, Satuan Tugas (Satgas) Evakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) di Mesir akan mengevaluasi setelah kelompok terbang (kloter) keenam kemudian memutuskan.

Hassan Wirajuda, yang juga mantan Menteri Luar Negeri, mengatakan, evakuasi dilakukan dengan skala prioritas. Pihak yang diutamakan adalah anak-anak, perempuan dan WNI telantar karena mereka sangat rentan.

Jumlah mahasiswa yang tersisa di Mesir masih lebih dari 1.000 orang setelah evakuasi enam kloter yang telah mengangkut sekitar 2.600 WNI.

Hassan Wirajuda juga menjanjikan bahwa pihaknya akan mengusahakan bantuan dana bagi mahasiswa yang belum dievakuasi. "Saya belum berjanji, tetapi akan mengusahakan bantuan dana untuk mahasiswa yang masih berada di Mesir," katanya dalam pertemuan dengan mahasiswa Indonesia di Kairo, Kamis petang. Menurut dia, dana bantuan itu diharapkan bisa memenuhi kebutuhan mahasiswa selama tiga bulan ke depan.

Seorang mahasiswa mempertanyakan lambannya proses evakuasi. "Apakah pemerintah masih menunggu timbul korban, baru mempercepat evakuasi?" katanya. Hasan menjawab, "Saya tidak ingin mendengar keluhan seperti itu lagi. Yakinlah bahwa Pemerintah Indonesia tidak akan melupakan Anda semua. Jika keadaan memburuk, tentu saja Satgas akan memaksa evakuasi semua mahasiswa."

Mahasiswa lain mengeluhkan kualitas bahan makanan bantuan Indonesia yang membuat mereka sakit perut dan memperingatkan Satgas tentang banyaknya mahasiswa kehilangan dokumen lengkap, terutama visa, serta status kuliah sehingga mereka akan kesulitan kembali ke Mesir setelah krisis.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Situasi keamanan di Mesir semakin tidak menentu setelah Presiden Mesir Hosni Mubarak dalam pidatonya pada Kamis malam menolak mengundurkan diri. Demonstrasi besar-besaran akan digelar seusai shalat Jumat (11/2/2011). Pengunjuk rasa akan mengepung Istana Presiden. Sejak Selasa (8/2/2011), pemrotes telah mengepung gedung DPR dan kantor perdana menteri.

Baca tentang


    25th

    Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X