Mubarak Terancam - Kompas.com

Mubarak Terancam

Kompas.com - 29/01/2011, 04:31 WIB

kairo, jumat - Pemerintahan Presiden Mesir Hosni Mubarak semakin merasa terancam. Begitu khawatirnya akan aksi massa, otoritas berwenang hari Jumat (28/1) menutup layanan internet dan telepon seluler serta mengerahkan pasukan elite bersenjata lengkap, termasuk tank dan mobil antihuru-hara. Kairo, ibu kota negara, mencekam.

Reuters melaporkan, jutaan orang kembali ke jalan, Jumat. Mereka tersebar di Kairo, Alexandria, Aswan, Mansoura, dan Suez, menuntut Mubarak mundur. Tokoh Mesir, Mohamed ElBaradei, seperti dilaporkan AFP, sudah berada di Mesir. Bersama 2.000 anggota jemaah, ia shalat di sebuah masjid. Ia salah satu tokoh penting dalam aksi ini.

Menurut AP, seusai shalat Jumat, jutaan orang tak beranjak dari masjid. Mereka bersiap-siap menggelar demonstrasi lanjutan besar-besaran dibandingkan aksi selama tiga hari sebelumnya sejak Selasa. Mereka bertekad menggulingkan rezim Mubarak yang berkuasa sejak 1981. Mubarak diguncang kasus korupsi, kemiskinan, pengangguran, serta represi politik dan aparat.

Otoritas berwenang menutup layanan internet dan pesan singkat (SMS) telepon seluler, juga BlackBerry Internet Service. Penutupan dilakukan beberapa saat menjelang shalat Jumat. Hari Kamis, pemerintah sudah menutup akses situs jejaring sosial Twitter dan Facebook, juga YouTube, Yahoo, dan Google.

Empat operator utama penyelia layanan internet di Mesir, yaitu Link Mesir, Vodafone/Raya, Telecom Mesir, dan Etisalat Misr, mengaku layanan mereka telah ditutup pemerintah. Penutupan akses komunikasi publik itu dinilai amat ekstrem akibat rezim Mubarak dihinggapi rasa takut berlebihan atas aksi massa.

Pasalnya, berkat kekuatan rakyat yang sama dan digerakkan lewat media situs jejaring sosial yang sama sebelumnya, rezim otokratik Presiden Tunisia Zine al-Abidine Ben Ali ditumbangkan pada 14 Januari. Oposisi Mesir mengakui aksi mereka terinspirasi oleh kasus Tunisia.

Selain itu, pemerintah mengerahkan ribuan personel pasukan antiteror sejak Kamis malam di Kairo. Jumat siang, petugas berseragam tidak tampak di jalan-jalan, tetapi tank dan kendaraan polisi antihuru-hara berserakan di jalan-jalan, termasuk di sekitar Tahrir Square yang menjadi titik konsentrasi massa demonstran.

Hingga Jumat pagi sudah ada enam orang tewas akibat bentrokan polisi dan demonstran. Meski demikian, Mubarak yang kini sudah berusia 82 tahun belum juga tampak di muka umum sejak aksi mulai digelar Selasa lalu. Partai berkuasa, Partai Demokrasi Nasional, mengatakan, pihaknya siap berdialog dengan semua tokoh dan unsur masyarakat. (AP/AFP/REUTERS/CAL)


Editor

Terkini Lainnya

Bapak dan Anak Asal Lahat Ditemukan Tewas di Sukabumi

Bapak dan Anak Asal Lahat Ditemukan Tewas di Sukabumi

Regional
MRT Lebak Bulus-Bundaran HI Dirancang Tiba di Stasiun Tiap 5 Menit

MRT Lebak Bulus-Bundaran HI Dirancang Tiba di Stasiun Tiap 5 Menit

Megapolitan
Perampok Sopir Taksi Online di Palembang Sempat Bidik 5 Korban Lain Sebelum Sofyan

Perampok Sopir Taksi Online di Palembang Sempat Bidik 5 Korban Lain Sebelum Sofyan

Regional
Fakta Perburuan Pelaku Pembunuhan Sofyan, Takut Ditembak Polisi hingga Satu Masih Buron

Fakta Perburuan Pelaku Pembunuhan Sofyan, Takut Ditembak Polisi hingga Satu Masih Buron

Regional
Pakai Uang Ibunya, Gadis di China Habis Rp 220 Juta untuk 'Video Game'

Pakai Uang Ibunya, Gadis di China Habis Rp 220 Juta untuk "Video Game"

Internasional
Bea Cukai Sita 4 Juta Batang Rokok di Jepara Senilai Rp 2,9 Miliar

Bea Cukai Sita 4 Juta Batang Rokok di Jepara Senilai Rp 2,9 Miliar

Regional
Kubu Prabowo-Sandiaga Luncurkan Buku 'Paradoks Indonesia' Versi Braile

Kubu Prabowo-Sandiaga Luncurkan Buku "Paradoks Indonesia" Versi Braile

Nasional
'Ngamuk' dan Coba Rebut Kemudi Bus, Perempuan Ini Ditangkap

"Ngamuk" dan Coba Rebut Kemudi Bus, Perempuan Ini Ditangkap

Internasional
Minta Program Kirim Buku Gratis Dilanjutkan, Pemerintah Belum Beri Kepastian Anggaran

Minta Program Kirim Buku Gratis Dilanjutkan, Pemerintah Belum Beri Kepastian Anggaran

Nasional
Fokus kepada Rusia dan China, AS Kurangi Pasukan di Afrika

Fokus kepada Rusia dan China, AS Kurangi Pasukan di Afrika

Internasional
Tempuh Jalur Hukum, PPP Kubu Romy Akan Laporkan PPP Versi Muktamar Jakarta

Tempuh Jalur Hukum, PPP Kubu Romy Akan Laporkan PPP Versi Muktamar Jakarta

Nasional
Suami Istri yang Tewas Dibunuh di Bekasi Dikenal Jago Berbisnis

Suami Istri yang Tewas Dibunuh di Bekasi Dikenal Jago Berbisnis

Megapolitan
PPP Kubu Romy Masih Buka Opsi Berdamai, Asal...

PPP Kubu Romy Masih Buka Opsi Berdamai, Asal...

Nasional
Mogok Kerja, Staf Kamar Mayat Minta Warga Tunda Kematian

Mogok Kerja, Staf Kamar Mayat Minta Warga Tunda Kematian

Internasional
Akun Instagram Ahmad Dhani Disita Polisi untuk Barang Bukti Kasus 'Vlog Idiot'

Akun Instagram Ahmad Dhani Disita Polisi untuk Barang Bukti Kasus "Vlog Idiot"

Regional

Close Ads X