Tamparan Keras bagi Presiden Medvedev

Kompas.com - 27/01/2011, 10:04 WIB
EditorJimmy Hitipeuw

MOSKWA, RABU — Pascainsiden teror bom bunuh diri yang mengguncang Moskwa dua hari lalu dan menewaskan 35 orang, seluruh rakyat Rusia menggelar hari berkabung nasional. Upacara berkabung juga digelar di Bandar Udara Internasional Domodedovo, tempat insiden itu terjadi.

Masyarakat yang berduka berdatangan ke bandara dengan menyalakan lilin dan membawa serta menaburkan bunga tanda dukacita. Upacara kematian juga digelar di sejumlah gereja besar. Stasiun televisi dan radio menunda acara hiburan mereka.

Dalam upacara yang digelar di Bandara Internasional Domodedovo, Presiden Dmitry Medvedev, Rabu (26/1/2011), hadir dan memimpin upacara. Dia sebetulnya dijadwalkan terbang menuju Davos, Swiss, Selasa kemarin, untuk hadir dan berbicara dalam pertemuan Forum Ekonomi Dunia.

”Saya terpaksa mempersingkat kunjungan ke Davos menjadi beberapa jam saja. Saya tidak ingin membatalkan kehadiran di Davos karena pertemuan itu sangat penting, di mana keputusan-keputusan global diambil. Kehadiran saya sekaligus untuk menunjukkan posisi Rusia saat ini (pascateror bom bunuh diri kemarin),” tutur Medvedev.

Pecat pejabat

Presiden Medvedev juga merealisasikan kemarahannya terhadap sejumlah aparat bawahannya yang dia anggap lalai. Rabu kemarin, dia memecat seorang pejabat senior bidang transportasi di Kementerian Dalam Negeri, Andrei Alexeyev.

Polisi transportasi yang bertanggung jawab mengamankan kawasan bandara juga dipecat menyusul hal serupa yang dilakukan sebelumnya oleh Menteri Dalam Negeri Rashid Nurgaliyev terhadap dua pejabat kepolisian yang dianggap gagal menjalankan tugas pengamanan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Teror bom bunuh diri yang terjadi pada Senin kemarin adalah tamparan keras bagi Pemerintah Rusia lantaran tidak sampai setahun berselang teror seperti itu kembali terjadi. Maret lalu, bom bunuh diri ganda juga mengguncang Moskwa. Serangan dilakukan terhadap sistem transportasi kereta api bawah tanah yang menyebabkan 40 orang tewas dan lebih dari 100 orang terluka.

Kedua insiden bom bunuh diri yang terjadi nyaris setahun berselang tersebut punya pola sama, direncanakan dengan matang, dan dilakukan oleh perempuan yang meledakkan dirinya. Teror lain sebetulnya juga dirancang bertepatan dengan malam pergantian Tahun Baru 2011.

Namun, bom bunuh diri yang pelakunya juga perempuan itu tidak sengaja meledak di dalam sebuah apartemen. Diperkirakan, bom itu meledak karena terpicu sebuah pesan singkat spam berisi ucapan selamat tahun baru. Beberapa pelaku diketahui melarikan diri.

Bom yang meledak pada Senin kemarin di Bandara Domodedovo diduga dirancang orang yang sama dengan pelaku yang melarikan diri dalam peristiwa meledaknya bom di apartemen. (WASHINGTON POST/BBC/AFP/REUTERS/DWA)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X