Kerabat Presiden Ben Ali Tiba di Kanada

Kompas.com - 23/01/2011, 10:53 WIB
EditorBenny N Joewono

MONTREAL, KOMPAS.com - Kerabat presiden terguling Tunisia, Zine El Abidine Ben Ali telah tiba di Kanada, demikian dikatakan pejabat pemerintah di Ottawa, Sabtu (22/1/2011).

Pejabat itu membenarkan, tanpa memberikan keterangan rinci, satu laporan di surat kabar Le Journal de Quebec, yang mengatakan salah satu dari beberapa saudara ipar laki-laki Ben Ali tiba di Montreal Jumat pagi dengan pesawat jet pribadi didampingi istrinya, anak-anak mereka dan seorang pengasuh.

Istri Ben Ali, Leila Trabelsi, memiliki beberapa saudara. Keluarga Leila dilaporkan menginap di hotel Montreal. Seorang pejabat bagian Kewarganegaraan dan Imigrasi Kanada mengatakan, Ottawa tidak menawarkan suaka kepada keluarga Ben Ali.

"Mr Ben Ali, anggota mantan rezim Tunisia yang digulingkan dan keluarga mereka tidak diterima di Kanada," kata Douglas Kellam, juru bicara pemerintah, yang menolak memberikan komentar tentang kasus-kasus tertentu dengan alasan privasi.

"Siapa pun yang memasuki Kanada harus melewati sejumlah pemeriksaan. Dalam kasus Tunisia, mereka harus memiliki visa yang sah yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kanada," tambahnya.

Pejabat itu menambahkan, visa hanya dikeluarkan oleh petugas kami. Mereka sepakat, orang-orang tersebut akan meninggalkan Kanada setelah visa berakhir.

"Kemungkinan anggota rezim Ben Ali tidak dapat kembali ke Tunisia, dan ini menjadi masalah diplomatik ke depan," katanya.

Berita tentang kedatangan mereka mengundang protes dari warga Tunisia di Montreal, banyak di antara mereka yang menunjukkan melawan mantan rezim itu.

"Orang-orang itu perlu mempertanggujawabkan tindakan mereka di hadapan rakyat Tunisia, di Tunisia," kata Sonia Djelidi, anggota kelompok aksi unjuk rasa itu.

Ben Ali melarikan diri ke Arab Saudi awal bulan ini, setelah sepekan aksi protes keras terhadap pemerintahan tangan-besinya selama 23 tahun.

Protes itu sebagian dipicu oleh korupsi yang dilakukan anggota keluarga Ben Ali, terutama kerabat istrinya. Mereka diduga telah merampok uang negara di saat negara dalam kesulitan ekonomi.

Putri presiden, Nesrine Ben Ali dan suaminya, pengusaha Sakher El Materi membeli villa mewah senilai 2,5 juta dolar di Westmount Montreal sekitar dua tahun lalu. Rumah itu saat ini tidak berpenghuni dan sebagian masih dalam proses pembangunan.

Pada Kamis, pihak berwenang Tunisia menangkap 33 anggota keluarga Ben Ali, yang diperiksa untuk kasus penjarahan sumber daya negara.

Uni Eropa telah setuju untuk membekukan aset Ben Ali dan keluarganya, menurut satu sumber di Brussel kepada AFP awal pekan ini, meski rincian final masih harus diselesaikan.

Pemerintah Swiss sebelumnya memerintahkan pembekuan setiap dana yang dimiliki Ben Ali, sebagai langkah untuk membantu pemerintah baru negara itu mengambil aktiva publik yang tidak sah.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X