Australia Kini Dilanda Kebakaran Semak

Kompas.com - 11/01/2011, 10:11 WIB
EditorEgidius Patnistik

CANBERRA, KOMPAS.com - Kebakaran semak masih belum dapat dipadamkan di selatan Perth, Australia Barat, Selasa (11/1/2011). Ratusan warga dipaksa meninggalkan rumah mereka, Senin sore, tak lama setelah kebakaran terjadi di Lake Clifton, 100 kilometer di selatan Perth.

Menurut Fire and Emergency Services Authority (FESA), petunjuk awal memperlihatkan empat bangunan telah musnah bersama tanaman dan sejumlah prasarana. Lebih dari 150 petugas pemadam kebakaran telah berjuang untuk memadamkan kobaran api, yang tetap tak terkendali hingga pukul 04.00 waktu setempat, Selasa.

"Petugas pemadam telah menyelamatkan beberapa orang dan lebih dari 40 rumah dalam kondisi penuh tantangan," demikian pernyataan FESA, Selasa. "Hingga pukul 04.00, si jago merah masih mengamuk tanpa dapat dikendalikan dan tak dapat diramalkan."

Australia Associated Press melaporkan, kebakaran semak itu sejauh ini telah memusnahkan 2.000 hektare tanaman. Kobaran api terus mengamuk di satu daerah pertanian, sehingga mengancam harta dan bangunan di sekitar Lake Clifton di wilayah Waroona dan kemudian Herron di Kota Mandurah. Pihak berwenang menyatakan kebakaran itu telah berkembang dari beberapa kobaran api yang lebih kecil yang disebabkan secara sengaja.

Ada tujuh titik pemicu kebakaran, kata FESA, yang menambahkan si jago merah bergerak ke arah barat dan angin diperkirakan bertiup sampai kecepatan 50 kilometer per jam. Pepohonan dan gardu listrik yang terbakar jatuh di jalanan, dan FESA memperingatkan ada risiko benda lain yang berjatuhan. Beberapa jalan di daerah itu telah ditutup dan pengendara disarankan agar menghindari daerah tersebut.

Sementara itu wilayah lain Australia, Queensland, menghadapi bencana prasarana bernilai miliaran dollar Australia akibat banjir bandang, demikian peringatan kubu oposisi kepada pemerintah federal, Selasa. Delapan orang tewas dan sebanyak 70 orang lagi dilaporkan belum ditemukan Senin malam akibat banjir bandang yang tak pernah terjadi sebelumnya di Queensland, Australia selatan.

Anggota Parlemen dari kubu Liberal Ian MacFarlane mengatakan, Queensland akan menghadapi rekening perbaikan bernilai miliaran dollar Australia, sementara kerusakan jalan saja akan menelan biaya ratusan juta dollar. "Kami akan memerlukan upaya yang sangat besar dari pemerintah untuk membantu pemerintah lokal dan pemerintah negara bagian membuat kembali jalan dan jembatan," kata MacFarlane kepada ANC Radio, Selasa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.