Iran Cabut Larangan atas Media Reformis

Kompas.com - 05/01/2011, 05:35 WIB
Editoryuli

TEHERAN, KOMPAS.com - Pengadilan Iran Selasa mencabut larangan terhadap sebuah mingguan penting reformis, sementara mempertahankan larangan atas sedikitnya 12 penerbitan lainnya sejak pemilihan presiden 2009 yang diperselisihkan.

Mingguan Chelcheragh ditutup pada November oleh Badan Pengawas Pers yang dijalankan oleh Kementerian Kebudayaan dan Bimbingan Islam, karena mempublikasikan tulisan-tulisan dituduh melanggar moral masyarakat.

Sebelum penutupannya, menurut sebuah kantor berita setengah resmi, Chelcheragh telah menerima dua peringatan dari pemerintah.

"Setelah direktur pelaksana Chelcheragh memberikan beberapa penjelasan pada badan itu mengenai satu dari tulisan-tulisannya ... para pejabat pengadilan mencabut larangan tersebut," kantor berita Mehr melaporkan, Selasa (4/1/2011).

Kantor berita itu menambahkan bahwa mingguan tersebut akan kembali ke kios buku dan koran, Sabtu. Dipublikan pada setiap hari Sabtu, mingguan itu populer di antara kawula muda karena tulisan-tulisannya mengenai kebudayaan, seni, kartun, satire dan olah raga.

Sejak pemilihan presiden pada Juni 2009, Iran telah menutup sedkitnya 12 penerbitan dalam tindakan yang para pembaru katakan sebagai upaya oleh penguasa garis keras untuk membungkam kritik terhadap Presiden Mahmoud Ahmadinejad.

Oposisi mengatakan pemilihan itu, yang telah mencemplungkan Iran ke dalam kekacauan domestik paling seriusnya dalam tiga dasawarsa, telah dicurangi untuk mengembalikan Ahmadinejad. Pemerintah membantah tuduhan itu, mengatakan bahwa pemilihan tersebut adalah "yang paling sehat" sejak revolusi Islam 1979.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ribuan orang, termasuk sejumlah reformis senior seperti, telah ditahan setelah pemilihan itu karena diduga sudah menggerakkan kerusuhan di negeri para mullah tersebut. Sebagian besar dari mereka telah dibebaskan. Tapi lebih dari 80 orang telah dipenjarakan selama hingga 15 tahun dan lima orang dihukum mati.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.