Iran Klaim Jatuhkan Dua Pesawat AS

Kompas.com - 03/01/2011, 11:26 WIB
EditorEgidius Patnistik

TEHERAN, KOMPAS.com — Iran mengklaim telah menembak jatuh dua pesawat pengintai tanpa awak Amerika Serikat (AS) di Teluk. Serangan pesawat tanpa awak (drone), menurut pihak AS, berdampak signifikan pada kemampuan Al Qaeda di Pakistan dalam melancarkan aksi terorisme.

Amir Ali Hajizadeh, kepala angkatan udara Korps Garda Pengawal Revolusi Islam, Iran, mengatakan, dua pesawat itu telah terlibat dalam "pelanggaran wilayah kita". "Di Teluk Persia, kami telah menjatuhkan dua pesawat mereka dan ini pertama kalinya kami menyampaikan hal itu," katanya sebagaimana dikutip Telegraph, Senin (3/1/2011).

Hajizadeh juga menyombongkan diri dengan menyatakan bahwa semua pangkalan "musuh" di wilayah itu berada dalam jangkauan rudal Iran. Ia mengatakan, walaupun kapal induk dikerahkan di kawasan tersebut, hal itu tidak lagi menjadi ancaman bagi Iran. "Ada suatu masa ketika sebuah kapal induk merupakan sesuatu yang diandalkan dan ketika mereka mengatakan kepada sebuah negara bahwa kapal perang ini sedang bergerak menuju pantai Anda, pemerintah negara (yang dituju) itu akan tunduk," kata Hajizadeh.

"Tetapi sekarang, ini menjadi ancaman bagi mereka. Kita telah mengendalikan sepenuhnya musuh kita. Kita memerhatikan apa pun perubahan yang terjadi di pantai kita. Ketika mereka terus waspada di kapal perang atau saat mereka memakai pelampung untuk meluncurkan kapal di laut, kami menyadari hal itu."

Armada kelima angkatan laut AS berbasis di Bahrain, tepat di seberang pantai Iran. Para komandan Iran telah berulang kali mengancam akan memblokir navigasi melalui Selat Hormuz yang strategis, yang menghubungkan kawasan Teluk dengan Samudra India, jika negara itu diserang.

Sebanyak 60 persen pasokan minyak dunia melewati Selat Hormuz.

Militer AS dan CIA secara teratur menggunakan pesawat tak berawak untuk melancarkan serangan rudal di Afganistan dan wilayah di sabuk suku tanpa hukum di Pakistan, tetapi umumnya serangan semacam itu tidak dikonfirmasi. Serangan pesawat tak berawak sangat tidak populer di masyarakat Pakistan, tetapi Amerika Serikat mengatakan, serangan itu telah membunuh sejumlah sasaran militer bernilai tinggi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X