Pengamanan Gereja di Mesir Ditingkatkan

Kompas.com - 02/01/2011, 17:31 WIB
EditorLatief

ALEXANDRIA, KOMPAS.com - Pemerintah daerah Alexandria, Mesir, meningkatkan pengamanan di sekitar gereja menyusul aksi peledakan bom yang terjadi di depan Gereja Koptik Kristen di Alexandria, Sabtu (1/1/2011).

"Kami fokus pada pengamanan gereja," kata Wali Kota Alexandria, Adil Labib, kepada stasiun TV pemerintah, Nile TV, Minggu (2/1/2010).

Hasil investigasi sementara, pelaku bom bunuh diri dinyatakan tewas dalam aksi terorisme tersebut. Sementara itu, bom yang menewaskan setidaknya 21 orang dan melukai sekitar 70 orang itu dikatakan merupakan bom rakitan.

Saat ini, kendati lokasi peledakan ditutup, namun banyak pemrotes yang berkumpul di sekitar lokasi ledakan. Pusat Studi Islam tertua di Mesir, Al-Azhar, beberapa saat setelah peledakan tersebut, sempat mengeluarkan pernyataan yang pada intinya mengutuk aksi terorisme tersebut.

"Ini adalah tindakan kriminal yang tak dapat dibenarkan oleh agama apa pun. Islam menentang tindak kekerasan yang dilakukan di rumah ibadah. Umat Muslim pun wajib menjaga dan melindungi rumah-rumah ibadah Muslim dan non-Muslim," katanya.

Sebelumnya, pada November 2010 lalu, kelompok yang mengklaim memiliki kaitan dengan jaringan al-Qaeda, menyatakan bahwa umat Kristiani di Timur Tengah adalah target penyerangan yang sah. Sesaat setelah pernyataan tersebut, pihak kepolisian Mesir memastikan bahwa pengamanan di gereja-gereja ditingkatkan. Pengamanan ekstra juga diberikan kepada pimpinan gereja-gereja Koptik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X