Wisata Kuliner Akhir Pekan di Medan

Kompas.com - 29/12/2010, 21:35 WIB
EditorI Made Asdhiana

KOMPAS.com - Perjalanan ke Medan, Sumatera Utara itu diawali dengan datangnya undangan pernikahan seorang sahabat. Acara pernikahan tersebut akan diadakan pada akhir pekan, sehingga tentunya jadwal perjalanan akan amat ketat apabila saya ingin datang ke acara tersebut, berhubung saat itu saya dan teman-teman adalah pekerja kantoran. Dari diskusi lebih lanjut dengan beberapa orang teman, akhirnya diputuskan saya akan berangkat dengan dua orang teman lainnya, yakni Ayu dan Puti, dengan jadwal Sabtu pagi berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta dan pulang pada hari Minggu pagi.

Berhubung kami bertiga belum pernah ke Medan, jadwal perjalanan yang amat singkat itu tentunya membuat kami tidak ingin rugi, pokoknya harus puas jalan-jalan selama di Medan! Dengan bermodalkan informasi dan peta Medan temuan dari internet, booklet sebuah majalah wanita berjudul “Akhir Pekan di Medan”, tiket pesawat, ransel, dan didukung dengan niat yang teguh, berangkatlah kami ke Medan.

Tiba di Bandara Polonia

Sesampainya di Bandara Polonia Medan, kesan pertama saya, “Wah Medan udaranya ternyata mirip Jakarta ya…” Kebetulan hari itu panas tapi berangin, sehingga siang itu terasa lumayan sejuk. Bandara Polonia ini benar-benar terletak di tengah kota, berbeda dengan Bandara Soekarno-Hatta yang berada di pinggiran kota.

Dari Bandara Polonia, kami langsung bertolak ke Asrama Haji Medan. Penginapan yang disediakan oleh teman saya yang akan menikah ini berjarak sekitar 10 hingga 15 menit jika menggunakan taksi dari Bandara Polonia. Sepanjang perjalanan kami mengamati bahwa ternyata jalan raya di Medan itu relatif lebar dan lancar. Tampaknya kendaraan di Medan masih belum terlampau banyak, apalagi jika dibandingkan dengan Jakarta yang macetnya sudah sulit untuk ditanggulangi karena padatnya jumah kendaraan yang ada.

Begitu kami tiba di penginapan untuk menaruh ransel dan cuci muka, kami langsung berangkat kembali untuk berkeliling kota Medan. Namun kini kami didampingi seorang tour guide dadakan bernama Vebby, yang juga merangkap sebagai sepupu dari Ayu, hehehe.

Becak Motor

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat keluar dari Asrama Haji, kami langsung tertarik untuk mencoba becak motor yang banyak mengetem di luar gerbang asrama. Becak motor ini unik, mirip becak tapi tidak dikayuh melainkan menggunakan sepeda motor, tempat duduknya pun bisa berpandang-pandangan depan-belakang.  Pada akhirnya becak motor ini menjadi transportasi favorit kami selama di Medan. Cepat, relatif ekonomis, kapasitas lumayan luas untuk 2 hingga 3 orang, dan paling penting: nyaman. Saran saya untuk para backpacker, gunakanlah becak motor saat sedang berkeliling Medan agar soul kota Medan lebih terasa.

Minggir Bang!

Hari pertama, jadwal kami sudah penuh dengan berbagai tujuan wisata kuliner dan jalan-jalan. Persinggahan pertama kami adalah Restoran Pasir Putih, di sini kami mencoba makan dimsum dan jus terong belanda khas Medan. Terong Belanda ini rasanya mirip jambu, asam segar dan berwarna merah.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.